ASEAN-Korsel merayakan peringatan 30 tahun hubungan dialog

ASEAN-Korsel merayakan peringatan 30 tahun hubungan dialog

Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock-hoi (keempat kanan), Duta Besar Korea Selatan untuk ASEAN Lim Sungnam (kelima kanan), bersama duta besar negara anggota untuk ASEAN dalam resepsi peringatan 30 tahun hubungan dialog ASEAN-Korsel, di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis (7/11/2019) malam. (ANTARA/Suwanti)

"Setelah 30 tahun, volume perdagangan meningkat 20 kali lipat mencapai sekitar 160 miliar dollar AS, angka wisatawan yang berkunjung juga naik 100 persen juga naik, sehingga jumlahnya sekitar 11 juta orang," ujar Sungnam.
Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Korea Selatan (Korsel) menggelar resepsi untuk merayakan 30 tahun hubungan dialog antara kedua belah pihak, di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis malam.

Dalam acara tersebut, hadir Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock-Hoi, duta besar sepuluh negara anggota untuk ASEAN, Duta Besar Korea Selatan untuk ASEAN Lim Sungnam, serta sejumlah petinggi lainnya.
Baca juga: Presiden Korsel - PM Jepang kembali berdialog atasi sengketa

Lim Sungnam, dalam sambutannya menyoroti pencapaian kerja sama ASEAN-Korsel di bidang investasi yang dianggap mengalami kenaikan signifikan selama 30 tahun jalinan hubungan.

Dia menyebut ketika relasi dialog baru dibangun pada tahun 1989, volume perdagangan berada di angka 8,2 miliar dollar AS, sementara jumlah wisatawan antara kedua belah pihak hanya berada di angka 100 ribu orang.

"Setelah 30 tahun, volume perdagangan meningkat 20 kali lipat mencapai sekitar 160 miliar dollar AS, angka wisatawan yang berkunjung juga naik 100 persen juga naik, sehingga jumlahnya sekitar 11 juta orang," ujar Sungnam.

Acara seremonial itu dimeriahkan oleh penampilan konser Asia Traditional Orchestra (ATO) yang merupakan kelompok musik dengan perpaduan instrumen tradisional sepuluh negara ASEAN serta Korsel.
Baca juga: Korsel sepakat dengan prinsip Indo-Pasifik ASEAN

Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock-Hoi menyebut bahwa penampilan tersebut bisa menjadi contoh pas untuk menunjukkan bagaimana kebudayaan memegang peranan penting untuk memperkuat relasi persahabatan ASEAN dengan Korsel yang telah terjalin lama.

"Pertukaran kebudayaan dan hubungan antarmasyarakat (people-to-people) merupakan komponen kunci untuk membangun dan mempertahankan kemitraan," ujar Jock-hoi.

Setelah gelaran resepsi peringatan itu, akan digelar pertemuan peringatan relasi kedua belah pihak, ASEAN-Republic of Korea Commemorative Summit 2019, di Busan, Korea Selatan, pada 25-26 November.

Pewarta: Suwanti
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RI akan bantu redakan tensi perang dagang Jepang-Korsel

Komentar