Berita hukum menarik kemarin, ricuh Kendari hingga vonis mati narkoba

Berita hukum menarik kemarin, ricuh Kendari hingga vonis mati narkoba

Bareskrim Polri (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita hukum kemarin, Kamis (7/11), yang masih menarik untuk dibaca, mulai dari polisi tetapkan tersangka penanganan unjuk rasa berujung ricuh di Kendari hingga vonis mati terhadap terdakwa kepemilikan 53 kilogram sabu-sabu.

Berikut rangkuman beberapa berita hukum kemarin yang masih menarik dibaca hari ini:

1. Bareskrim tetapkan Brigadir AM tersangka pengamanan unras Kendari

Jakarta (ANTARA) - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menetapkan seorang polisi Polres Kendari berinisial Brigadir AM sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan senjata api dalam mengamankan aksi demonstrasi yang menewaskan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo pada 26 September 2019.

Baca selengkapnya di sini.

2. Polisi tetapkan istri dan anak korban tersangka pembunuhan dicor

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menetapkan istri dan anak korban masing-masing berinisial BS (47) dan BR (27) sebagai tersangka pembunuhan korban Sugiono alias Surono (51) yang jenazahnya disemen cor di bawah lantai mushalla rumahnya di Desa Sumbersalak, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Baca selengkapnya di sini.

3. Novel Baswedan: Pelaporan Dewi Tanjung ke kepolisian ngawur

Jakarta (ANTARA) - Penyidik KPK Novel Baswedan menegaskan, tindakan Kader PDI Perjuangan, Dewi Ambarwati Tanjung yang melaporkan dirinya ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menyebarkan berita bohong terkait penyerangannya yang direkayasa sebagai tindakan ngawur.

Baca selengkapnya di sini.

4. Hakim vonis mati terdakwa kepemilikan 53 kilogram sabu-sabu

Banda Aceh (ANTARA) - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Aceh, menjatuhkan hukuman mati terhadap Ibnu Sahar (37), terdakwa kepemilikan 53 kilogram sabu-sabu serta menghukum tiga terdakwa lainnya dengan hukuman seumur hidup.

Baca selengkapnya di sini.

5. KPK tahan mantan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono (SPR) yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Tulungagung Tahun Anggaran 2018.


Baca selengkapnya di sini.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polri tangkap tersangka penjual data pribadi

Komentar