Rupiah melemah menyusul keraguan kesepakatan dagang AS-China

Rupiah melemah menyusul keraguan kesepakatan dagang AS-China

Rupiah Indonesia vs Dolar Amerika. ANTARA/Shutterstocks/pri.

pasar masih meragukan karena tidak keluar langsung dari Trump
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore, melemah menyusul masih adanya keraguan pelaku pasar terhadap kesepakatan dagang Amerika Serikat-China.

Terpantau, pergerakan rupiah pada Rabu sore, melemah 19 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.014 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.995 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra di Jakarta Jumat, mengatakan sebagian pasar kembali ragu terhadap potensi damai perang dagang AS-China menyusul belum adanya pernyataan dari Presiden AS Donald Trump.

"Sebelumnya beredar kabar bahwa AS dan China telah sepakat untuk menghilangkan tarif masing-masing barang sebagai bagian dari kesepakatan dagang fase pertama. Namun pasar masih meragukan karena tidak keluar langsung dari Trump," katanya.

Baca juga: Anomali, rupiah cenderung melemah di tengah penguatan mata uang Asia

Situasi itu, lanjut dia, membuat pergerakan rupiah kembali bergerak dalam area negatif, meski masih terjaga stabilitasnya.

"Data ekonomi domestik mengenai neraca pembayaran yang membaik serta perbaikan defisit transaksi berjalan membuat rupiah masih bergerak dalam kisaran yang stabil," katanya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2019 menunjukkan perbaikan dengan mencatat defisit 46 juta dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya sebesar 2,0 miliar dolar AS. Kondisi itu ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik serta surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat.

Sementara defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan tiga 2019 tercatat sebesar 7,7 miliar dolar AS (2,7 persen dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai 8,2 miliar dolar AS (2,9 persen dari PDB). Sedangkan surplus transaksi modal dan finansial tercatat sebesar 7,6 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 6,5 miliar dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.020 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.040 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah melemah jadi Rp14.040

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamat sebut potensi kemaritiman Kepri capai triliunan rupiah

Komentar