Kembangkan bandar antariksa, Menristek buka semua opsi pendanaan

Kembangkan bandar antariksa, Menristek buka semua opsi pendanaan

Ilustrasi - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menaiki Dadali, drone tanpa awak untuk mengangkut manusia, Jakarta, Selasa (24/9/2019) (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Pokoknya kita membuka semua opsi untuk pengembangan bandar antariksa, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pemerintah membuka semua opsi pendanaan untuk pengembangan bandar antariksa di Kabupaten Biak Nimfor, Pulau Biak, Provinsi Papua, termasuk melalui skema kemitraan dengan pihak ketiga.

"Pokoknya kita membuka semua opsi untuk pengembangan bandar antariksa, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga," katanya usai menghadiri peluncuran buku "Leaders of a New Planet" di Jakarta, Jumat.

Menristek mengatakan bandar antariksa skala kecil yang rencananya akan dibangun lebih dulu sebelum membangun bandar antariksa yang besar bisa diupayakan.

"Bandar antariksa skala kecil untuk Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bisa diupayakan karena 'kan yang sekarang ini yang di Garut terlalu 'crowded' sudah terlalu dekat dengan penduduk, kita perlu lahan yang lebih jauh dari penduduk. Di Biak itu menurut saya sudah cukup ideal dan kita akan bisa dorong karena tetap bandar antariksa diperlukan, tapi ke depannya tentu kita akan berpikir badan antariksa yang juga lebih besar," kata Bambang PS Brodjonegoro.

Saat dihubungi terpisah, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan pembangunan bandar antariksa membutuhkan biaya yang besar sehingga perlu ada kerja sama dengan mitra internasional, yang mana saat ini masih dalam tahap penjajakan.

Thomas mengatakan bahwa saat ini belum ada perencanaan penganggaran yang dialokasikan pemerintah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia mengatakan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan bandar antariksa di Pulau Biak juga belum dihitung.

LAPAN berharap bandar antariksa yang skala kecil akan dapat dibangun segera dan selesai sebelum 2024, demikian Thomas Djamaluddin.

Baca juga: LAPAN jajaki kerja sama internasional pembangunan Bandar Antariksa

Baca juga: Sah! Biak jadi Bandar Antariksa pertama Indonesia

Baca juga: China-Jepang tertarik dukung pembangunan bandar antariksa Indonesia

Baca juga: Lapan butuh lebih banyak SDM bidang penerbangan dan antariksa

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenristek siap fasilitasi hasil riset kesehatan Unair

Komentar