Menko Airlangga sebut ekonomi Indonesia masih tumbuh berkualitas

Menko Airlangga sebut ekonomi Indonesia masih tumbuh berkualitas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelum memimpin rapat koordinasi mengenai program prioritas dan program kerja 2020-2024 di Jakarta, Kamis (7/11/2019). ANTARA/Dokumentasi Humas Kemenko Perekonomian

Meski terjadi perlambatan, pencapaian ini masih lebih baik dibandingkan beberapa negara 'peer' lainnya di ASEAN
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kinerja perekonomian Indonesia masih tumbuh berkualitas, meski melambat pada triwulan III 2019.

"Meski terjadi perlambatan, pencapaian ini masih lebih baik dibandingkan beberapa negara peer lainnya di ASEAN di antaranya Malaysia, Thailand, dan Singapura," kata Airlangga dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.

Airlangga mengatakan perlambatan pada triwulan III 2019 tidak terlalu mempengaruhi kinerja perekonomian nasional yang sepanjang tahun ini mengalami tantangan dari kondisi global.

Baca juga: Menko Airlangga pastikan program B20 tekan defisit transaksi berjalan

Ia menambahkan fenomena tren perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak hanya dialami oleh Indonesia, namun sebagian besar negara di dunia.

"Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2019 cukup baik secara fundamental karena banyak negara justru mengalami perlambatan ekonomi yang lebih dalam, misalnya China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa," ujarnya.

Menurut dia, salah satu sisi positif dari kinerja perekonomian ini adalah menurunnya tingkat pengangguran terbuka yang berarti pertumbuhan ekonomi telah memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.

"Perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh berkualitas dan stabil melalui penciptaan lapangan-lapangan kerja baru, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh sebagian besar masyarakat," katanya.

Untuk mempertahankan momentum ini, Airlangga memastikan pemerintah akan memperkuat kondisi domestik agar kegiatan ekonomi dalam negeri tidak rentan terhadap tekanan eksternal.

"Pemerintah berupaya untuk mendorong pertumbuhan melalui debottlenecking perijinan melalui omnibus cipta kerja, penyusunan prioritas investasi dan menyiapkan kartu prakerja agar tenaga kerja lebih terampil untuk mengisi tantangan investasi," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2019 sebesar 5,02 persen atau melambat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi 5,02 persen cukup baik di tengah volatilitas
Baca juga: Bank Indonesia nilai krisis global pengaruhi pertumbuhan ekonomi RI

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Darmin ingatkan Airlangga fokus pada inflasi pangan

Komentar