Liga Jerman

Hertha buat replika tembok Berlin untuk peringati 30 tahun keruntuhan

Hertha buat replika tembok Berlin untuk peringati 30 tahun keruntuhan

Klub Liga Jerman Hertha Berlin membuat replika tembok Berlin untuk memperingati 30 tahun runtuhnya tembok itu sekaligus bersatunya Jerman, sebelum pertandingan melawan RB Leipzig, di Stadion Olympia, Berlin, Sabtu (9/11/2019). (AFP/ODD ANDERSEN)

Jakarta (ANTARA) - Hertha Berlin membuat replika tembok Berlin pada pertandingan Liga Jerman menjamu RB Leipzig di Stadion Olympia, Berlin, Sabtu, untuk memperingati 30 tahun keruntuhan serta bersatunya Jerman.

Pada replika itu terdapat tulisan "Bersatu menentang tembok. Bersatu untuk Berlin," demikian dilansir laman resmi klub.
Para penggemar klub yang menempati tribun belakang gawang juga menampilkan atraksi replika tembok, sebagai simbol perayaan runtuhnya tembok yang sempat memisahkan ibukota Jerman itu menjadi dua bagian.

Tembok tersebut didirikan pada 1961 dan kemudian diruntuhkan pada 1989. Selain memisahkan kedua sisi Berlin, Barat dan Timur, secara fisik, tembok tersebut juga memisahkan ideologi yang dianut kedua negara Jerman. Jerman Barat merupakan negara demokratis yang merupakan bagian dari blok Barat sedangkan Jerman Timur merupakan negara komunis yang berkiblat kepada Uni Soviet.

Hertha sendiri sejak awal didirikan selalu masuk dalam sisi Jerman Barat. Pada periode 1949–1950, Hertha dilarang bertanding melawan tim-tim dari Jerman Timur, karena mereka mendatangkan sejumlah pemain dan pelatih dari klub asal Dresden, SG Friedrichstadt.

Sebagai klub ibukota, Hertha memiliki penggemar di seantero Berlin. Namun karena kota itu sempat terbelah, para penggemar yang berdomisili di Berlin Timur sempat kesulitan dan memiliki risiko besar untuk selalu mendukung tim tersebut sebelum akhirnya Tembok Berlin diruntuhkan.

Baca juga: Jurgen Klinsmann balik ke Bundesliga kelola Hertha Berlin

Baca juga: Kovac nilai Hertha beruntung peroleh satu poin

Baca juga: Muenchen awali musim dengan ditahan imbang Hertha 2-2

Penerjemah: A Rauf Andar Adipati
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar