Tohpati hingga Anggun, ini pahlawan musik The Overtunes

Tohpati hingga Anggun, ini pahlawan musik The Overtunes

(Ki-ka) Personel The Overtunes Mikha Angelo, Mada Emmanuelle, dan Reuben Nathaniel di sela-sela konferensi pers "Why Don't We in Jakarta", Jakarta, Kamis (7/11/2019). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Menyambut Hari Pahlawan, grup band The Overtunes menyebutkan beberapa nama pahlawan mereka dalam bidang musik yang menginspirasi untuk berkarya di industri tersebut.

Personel tertua sekaligus gitaris band yang terdiri dari tiga bersaudara itu, Reuben Nathaniel mengatakan bahwa gitaris kondang Indonesia, Tohpati, merupakan pahlawannya dalam bidang musik

"Buatku sih Tohpati, karena dia bisa melakukan kolaborasi sama musisi-musisi lain di dunia musik internasional," kata Reuben beberapa waktu lalu di Jakarta.

"Dan itu cukup membuka pikiranku kalau musisi Indonesia bisa memiliki kualitas yang nggak kalah sama musisi luar negeri, bahkan bisa kolaborasi bareng," lanjutnya.

Sementara itu, personel lainnya, Mada Emmanuelle menyebutkan grup D'cinnamons sebagai pahlawan yang menginspirasinya untuk bermusik, utamanya secara akustik, mengingat The Overtunes kerap menampilkan lagu-lagu mereka secara akustik.

"Kalau buatku kayaknya D'cinnamons, ya. Ibaratnya mereka berperan buat kita buat akustikan. Secara nggak langsung kita ter-influence juga," ujar Mada.

Sedangkan anggota termudanya, yaitu Mikha Angelo menyebut nama solois wanita Indonesia, Anggun C Sasmi sebagai pahlawan musiknya. Mikha yang merupakan jebolan ajang pencarian bakat itu mengaku sangat kagum dengan pelantun lagu "Mimpi" itu.

"Buatku, kayaknya Anggun, karena aku sempat dimentorin sama dia, walaupun aku ngefans dan look up to her juga agak telat," kata Mikha.

"Tapi buatku, Anggun termasuk pahlawan musik juga sih, karena melihat perjuangannya di dunia musik yang sangat panjang," lanjut dia.

Baca juga: Kakek Gamaliel - Audrey Tapiheru ternyata seorang pejuang kemerdekaan

Baca juga: Dua pahlawan film menurut Reza Rahadian

Baca juga: Pejuang literasi di gang-gang kecil

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Museum Juang Taruna, saksi perjuangan para pahlawan

Komentar