Basarnas evakuasi dua pendaki Gunung Klabat

Basarnas evakuasi dua pendaki Gunung Klabat

Tim Basarnas Manaso melakukam evakuasi pendaki Gunung Klabat yang mengalamo cedera dan kelelahan ( ANTARA/HO-humas Basarnas manado)

Fisik harus dalam keadaan bugar, kesehatan yang baik serta memiliki stamina yang bagus
Manado (ANTARA) - Badan SAR Nasional  gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi dua orang pendaki Gunung Klabat, di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang mengalami cedera dan kelelahan saat melakukan pendakian.

Kepala Badan SAR Manado Gede Darmada, di Manado, Minggu, mengatakan pihaknya menerima laporan  soal pendaki yang mengalami cedera dan kelelahan.

"Bersama dengan tim SAR dari Unklab dan keluarga kemudian melakukan pencarian terhadap korban," katanya.

Kedua korban pendaki tersebut masing-masing Novita Sarempa, 37 tahun dan Daud 29 tahun, keduanya warga Manado.

Ia mengatakan dalam pencarian tersebut tim Basarnas Manado mengalami kesulitan seperti saat menuju lokasi kejadian kondisi saat itu hujan deras sehingga jalannya licin.

Baca juga: Dua pendaki Gunung Klabat cedera dievakuasi Basarnas Manado


Korban ditemukan di ketinggian sekitar 1.300 mdpl dan kemudian dilakukan evakuasi terhadap korban.

Dalam melakukan evakuasi tersebut tim Basarnas harus bergantian menggendong serta menggunakan tandu darurat.

"Bersyukur pelaksanaan evakuasi itu berjalan baik dan berhasil dengan selamat. Korban kemudian sekitar pukul 15.00 WITA diserahkan kepada keluarga," katanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian.

Baca juga: Tim SAR gabungan hentikan pencarian dua pendaki hilang di Gunung Dempo


"Dari Basarnas Manado mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang turut terlibat bersama Basarnas Manado, potensi SAR Unklab serta keluarga korban yang telah membantu proses pencarian dan pertolongan kepada kedua korban sehingga bisa dievakuasi dengan selamat," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat siapapun yang mendaki Gunung Klabat untuk betul-betul mempersiapkan diri.

"Fisik harus dalam keadaan bugar, kesehatan yang baik serta memiliki stamina yang bagus, sehingga tidak akan menyulitkan diri sendiri maupun keluarga," katanya.

Ia mengharapkan, ke depan, kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali.


Baca juga: 18 gunung siap didaki Pamor UPI pecahkan rekor pendakian tercepat
 

Pewarta: Jorie MR Darondo
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar