BMKG: Waspada potensi hujan lebat sepekan ke depan

BMKG: Waspada potensi hujan lebat sepekan ke depan

Petani membawa buah melon hasil panen di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (20/7/2019). Petani setempat mengaku mengalami kerugian karena kualitas buah melon hasil panen menurun akibat dari pengaruh cuaca ekstrem. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/hp

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi hujan lebat selama sepekan ke depan di sejumlah wilayah.

"Kondisi atmosfer tidak stabil di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan dan Jawa juga turut mendukung pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan dalam periode sepekan ke depan," kata Deputi bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R Prabowo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Kondisi tersebut juga disebabkan melemahnya intensitas siklon tropis Nakri di Laut Cina Selatan menyebabkan angin timur di selatan ekuator turut mengalami pelemahan dan dapat meningkatkan aliran massa udara basah dari Asia masuk ke wilayah Indonesia.

Juga adanya daerah pertemuan dan belokan angin yang diidentifikasi terbentuk di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

Baca juga: Waspada dampak Siklon Nakri dan sirkulasi siklonik di sejumlah wilayah

Baca juga: Masyarakat diimbau pangkas ranting pohon antisipasi cuaca ekstrem

Baca juga: BNPB siapkan dana siap pakai Rp850 miliar antisipasi bencana alam


Diperkirakan dalam sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Papua pada periode 11-14 November 2019.

Sementara pada periode 15-17 November 2019 kondisi yang sama berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Utara dan Papua

Selain potensi hujan lebat, potensi gelombang tinggi 2,5-4 meter pada periode 11-17 November 2019 diperkirakan juga berpeluang terjadi di Perairan barat Kepulauan Simeulue-Kepulauan Mentawai, Perairan barat Pulau Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Lombok, Samudra Hindia barat Sumatera hingga selatan NTB.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca tersebut seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.*

Baca juga: BNPB ajak masyarakat buat biopori antisipasi banjir

Baca juga: BMKG: Peralihan musim ditandai cuaca ekstrem

Baca juga: BMKG imbau warga waspadai cuaca ekstrem dan dampak pancaroba

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diterjang puting beliung, aula SMK Miri Sragen ambruk

Komentar