Rupiah awal pekan masih lanjut terkoreksi

Rupiah awal pekan masih lanjut terkoreksi

ILUSTRASI: Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/am. (Ant)

Pagi ini mata uang kuat Asia Yen dan dolar Hong Kong dibuka menguat terhadap dolar AS yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini masih terkoreksi setelah pada akhir pekan lalu ditutup melemah.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin, mengatakan meski melemah, rupiah hari ini berpotensi menguat seiring apresiasi mata uang kuat Asia

"Pagi ini mata uang kuat Asia Yen dan dolar Hong Kong dibuka menguat terhadap dolar AS yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini," ujar Lana.

Dari domestik, neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2019 membaik dengan defisit 46 juta dolar AS, turun dibandingkan defisit pada kuartal II-2019 sebesar 2 miliar dolar AS.

Penurunan defisit tersebut karena defisit neraca transaksi berjalan yang turun diimbangi transaksi modal dan finansial yang surplus.

Defisit neraca transaksi berjalan tercatat sebesar 7,7 miliar dolar AS atau 2,7 persen dari PDB, di bawah defisit pada kuartal II-2019 yang mencapai 8,2 miliar dolar AS atau 2,9 persen dari PDB.

Baca juga: Dolar konsolidasikan kenaikan, optimisme hati-hati kesepakatan tarif

Perbaikan itu dipengaruhi oleh impor migas yang turun karena mulai efektifnya kebijakan pengendalian impor, termasuk program B20.

Sementara itu surplus transaksi modal dan finansial pada tercatat sebesar 7,6 miliar dolar AS, lebih tinggi dari surplus kuartal II-2019 sebesar 6,5 miliar dolar AS.

Kenaikan tersebut karena investasi portofolio, penarikan neto pinjaman luar negeri sektor swasta, sedangkan utang luar negeri pemerintah tercatat pembayaran neto.

Bank Indonesia memproyeksikan kinerja NPI akan membaik didukung dengan defisit transaksi berjalan yang terjaga di kisaran 2,5-3 persen dari PDB.

Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.980 per dolar AS hingga Rp14.010 per dolar AS.

Pada pukul 11.03 WIB, rupiah masih melemah 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.039 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.014 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.040 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.020 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah Senin pagi melemah 26 poin

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembangunan proyek kedua Program Rumah DP 0 Rupiah resmi dimulai

Komentar