Desa di Kotabaru Kalsel Terendam

Kotabaru (ANTARA News) - Sedikitnya tiga desa di Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terendam banjir bersamaan hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kalsel belakangan ini. Informasi dihimpun ANTARA News, Sabtu ketiga desa terendam Desa Karang Payau, Desa Banua Lawas, dan Desa Batu Lasung akibat banjir kiriman dari dari kawasan Pegunungan Meratus. Akibatnya puluhan rumah, sekolah dasar, masjid dan tempat ibadah lain serta fasilitas umum lainnya, saat ini terendam air hingga satu meter lebih. Menurut Ahmad Berkati, warga Kelumpang Hulu, saat ini tinggi air di Komplek Pasar sungai Kupang, kini masih terendam banjir yang tingginya sekitar 1 meter. "Informasi yang kami terima banjir tersebut berasal dari hulu Sungai Cantung di sekitar Mandiarit, terus ke hilir hingga Karang Payau, dan merendam belasan rumah di desa tersebut hingga sekitar 1 meter lebih," katanya. Warga tidak dapat bepergian ke mana-mana, karena jalan di sekitar pasar sudah terendam. Sementara korban banjir yang rumahnya terendam sebagian telah mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terendam. "Namun bagi sebagian warga masih tetap bertahan dan mengamankan barang-barang perabotan rumah tangganya," kata Ahmad Berkati. Menurut sejumlah warga setempat, luapan air Sungai Cantung masih akan terus naik, mengingat hujan deras di hulu Sungai cantung dan sekitar pegunungan Meratus hingga saat ini masih cukup deras. "Melihat derasnya air dan tingginya ccurah hujan di Hulu Sungai, banjir akan lebih besar lagi dan air Sungai Cantung akan terus naik hingga ke rumah-rumah warga," katanya. Sekretaris Satlak Kotabaru, H Syajidan, mengaku telah memerintahkan Camat Kelumpang Hulu, Said fahrian bersama staf yang lain untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang lebih besar lagi, serta membangun posko untuk menampung para korban banjir. "Kami telah meminta Muspika segera membangun Posko untuk menampung para korban, meskipun saat ini sebagian warga dan petugas di kecamatan itu telah membangun Posko," kata Syajidan. Syajidan yang juga Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kotabaru itu, mengaku tengah mempersiapkan bantuan jika terjadi banjir yang lebih besar dan bertambahnya korban. "Saat ini kami juga terus memantau dan segera turun ke lapangan melihat langsung kondisi banjir," katanya.(*)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2008

Banjir bandang robohkan bangunan sekolah di Jember

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar