Polresta Tangerang deteksi dini hindari konflik pilkades

Polresta Tangerang deteksi dini hindari konflik pilkades

Ilustrasi salah satu mekanisme pelaksankaan Pilkades. ANTARA/Akhmad Lathif

Tangerang (ANTARA) - Aparat Polresta Tangerang, Banten, melakukan deteksi dini untuk menghindari konflik dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019 yang digelar Minggu (1/12), supaya tidak meluas.

Kepala Polresta Tangerang, AKBP Ade Indradi, di Tangerang, Senin, mengatakan para calon kades agar melaporkan permasalahan sekecil apa pun. "Karena konflik biasanya terjadi karena tidak diantisipasi sejak awal untuk itu perlu peran serta aktif calon kades melapor dan jangan didiamkan," katanya.

Ia katakan itu saat memberi pembekalan wawasan kebangsaan bagi para calon kades dan penandatangan ikrar deklarasi damai di Gedung Serba Guna (GSG), Puspemkab Tangerang.

Dalam deklarasi itu juga hadir Bupati Tangerang, Ahmed Iskandar, Komandan Kodim 0610/Tigaraksa, Letnan Kolonel Parada Tampubolon.

Indradi mengatakan di Polresta Tangerang terdapat 92 desa di 19 kecamatan yang akan mengelar Pilkades dengan 363 calon kades.

Ia meminta kepada ratusan calon kades untuk siap menerima konsekuensi dari pesta demokrasi bahwa pasti ada yang menang dan kalah, sebagaimana juga terjadi pada para pendukung. 

Pewarta: Adityawarman(TGR)
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

23 desa di Halmahera Barat ikut Pilkades Serentak 2020

Komentar