Kemenperin ingatkan 3 aspek persiapan masuk ke Industri 4.0

Kemenperin ingatkan 3 aspek persiapan masuk ke Industri 4.0

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Sony Sulaksono (tengah) dalam acara talkshow yang digelar oleh Astra Ventura di Cikarang, Jawa Barat pada Senin (11/11/2019). ANTARA/Aji Cakti

Pesan saya ke depan ada tiga hal, antara lain pertama adalah flexibel automation, kemudian konetivitas, dan intelligence construct
Cikarang, Jawa Barat (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ingatkan terdapat tiga aspek yang menjadi mega rencana bagi industri besar maupun industri berskala kecil menengah (IKM) dalam rangka mempersiapkan diri masuk ke Industri 4.0.

"Pesan saya ke depan ada tiga hal, antara lain pertama adalah flexibel automation, kemudian konetivitas, dan intelligence construct," ujar Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Sony Sulaksono di Cikarang, Jawa Barat pada Senin.

Sony mengatakan bahwa ketiga aspek tersebut menjadi megaplan, sehingga industri-industri berskala besar hingga kecil tidak harus membeli atau membutuhkan mesin-mesin baru untuk menghadapi Industri 4.0.

Industri 4.0 tersebut, lanjutnya, maksimum hanya membutuhkan 40 sampai dengan 50 persen mesin baru. Para pelaku industri dapat menggunakan serta memperbarui mesin-mesin yang ada, kemudian ditambahkan konektivitas, dapatkan datanya kemudian lakukan analisis.

Selain itu Sony juga menambahkan bahwa terdapat tiga kunci penting agar industri-industri kecil dan menengah di Indonesia dapat mencapai era Industri 4.0 yakni pertama  memanfaatkan konektivitas, kemudian membenarkan biaya, dan memanfaatkan teknologi 3D printing.

Sebelumnya PT Astra Mitra Ventura, anak usaha PT Astra International Tbk, mendorong IKM untuk melakukan percepatan transformasi digital.

Presiden Direktur Astra Ventura Jefri R Sirait mengatakan bahwa Astra Ventura bersama IKM harus siap dalam perubahan, untuk terus belajar dan mampu dalam mengikuti perkembangan manufaktur berbasis teknologi yang semakin cepat.

Pihaknya juga harus berperan dalam perkembangan IKM bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga menjadi penghubung dari para stakeholder, terutama para inovator teknologi dan para pemain IKM yang harus terus bertransformasi.

Baca juga: Astra Ventura dorong IKM percepat transformasi digital

Baca juga: Indonesia dinilai siap masuki industri 4.0 tapi masih ada kendala


 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenperin gelar pameran produk IKM Sumatera Selatan

Komentar