AS catat kasus baru wabah campak

AS catat kasus baru wabah campak

Wali Kota New York Bill de Blasio (tengah) berbicara dalam konferensi pers ketika menyatakan status darurat kesehatan masyarakat pada beberapa kawasan di Brooklyn guna menangani wabah campak. Dengan status itu, para warga yang tinggal di kawasan tersebut wajib divaksinasi. Jika tidak, mereka akan dikenai denda. Konferensi pers berlangsung di daerah permukiman masyarakat Yahudi Ortodoks di kawasan Williamsburg di Brooklyn, New York City, Amerika Serikat, 9/4/2019. ANTARA/REUTERS/Shannon Stapleton/File Photo/tm

Washington (ANTARA) - Satu kasus baru campak dilaporkan muncul pekan ini di Amerika Serikat saat negara itu mengalami wabah paling parah penyakit itu, yang sangat menular dan terkadang mematikan, dalam hampir tiga dekade belakangan.

Kasus campak itu dikonfirmasi pada Sabtu (9/11), dialami seorang warga yang tidak divaksin di negara bagian Georgia, menurut departemen kesehatan setempat.

Wabah campak, yang bermula di New York pada Oktober 2018, sebagian besar dikaitkan dengan orang tua yang menolak memvaksin anak mereka. Keadaan itu mengancam status Amerika Serikat yang bebas campak.

Hingga 3 Oktober, negara tersebut telah mencatat 1.250 kasus campak tahun ini dari 31 negara bagian.

Seseorang mungkin telah menularkan virus campak ke orang-orang lain antara 31 Oktober hingga 6 November dan Departemen Kesehatan Masyarakat Georgia mengatakan pihaknya telah memberi tahu mereka. 

Sumber: Reuters

Baca juga: Jumlah kasus campak AS 2019 tertinggi sejak 1994

Baca juga: Amerika jadi benua pertama bebas campak

 Baca juga: UNICEF: jutaan anak tak mendapat vaksin campak, ciptakan wabah


 

Vaksin Campak Rubella Aman dan Halal

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar