Tanggapan Menteri Erick Thohir usai nonton "Susi Susanti - Love All"

Tanggapan Menteri Erick Thohir usai nonton "Susi Susanti - Love All"

Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) didampingi Dua mantan pebulu tangkis Susi Susanti (tengah) dan Alan Budikusuma (kanan) usai menyaksikan film berjudul "Susi Susanti - Love All" di Jakarta, Senin malam (11/11/2019). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Team work, apalagi filmnya tentang perjuangan dan kompetisi
Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir mengajak pegawai BUMN menonton film berjudul "Susi Susanti - Love All" sebagai salah satu sarana komunikasi informal dan keakraban pegawai sehingga diharapkan terjalin tim yang solid.

"Team work, apalagi filmnya tentang perjuangan dan kompetisi," ujar Erick Thohir usai menyaksikan film "Susi Susanti - Love All" di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang harus saling menghormati, menyayangi, dan kompak sehingga menghasilkan yang terbaik.

Ke depan, lanjut dia, BUMN harus menjadi lokomotif yang bisa bersaing di luar negeri dan juga memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.

"Yang penting sekarang BUMN fokus pada hal-hal yang paling dibutuhkan yaitu lebih banyak kontribusi di dalam negeri dan banyak hal juga yang harus diperbaiki pada saat ini," kata Erick Thohir tanpa merinci lebih jauh.

"Susi Susanti - Love All" mengisahkan tentang perjuangan perjalanan pebulutangkis Susi Susanti mulai dari kecil hingga menjadi legenda bulatangkis dunia.

Film arahan sutradara Sim F itu mengajak penonton untuk melihat perjalanan sosok legendaris bulu tangkis Indonesia yang memang tidak mudah.

Erick Thohir menilai "Susi Susanti - Love All" merupakan salah satu film yang cukup mampu memberikan inspirasi dan mengangkat semangat nasionalisme.

"Filmnya wajib tonton dan menginspirasi anak muda Indonesia," ucapnya.

Baca juga: Erick Thohir sudah serahkan nama calon dirut tiga BUMN ke TPA
Baca juga: Menteri BUMN angkat empat staf khusus dari akademisi dan profesional

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kerugian negara akibat penyelundupan di Garuda Rp1,5 miliar

Komentar