Anggaran pemberdayaan UMKM dikonsolidasikan di Kemenkop

Anggaran pemberdayaan UMKM dikonsolidasikan di Kemenkop

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan anggaran pemberdayaan UMKM dikonsolidasikan di Kemenkop (ANTARA/Hanni Sofia)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan anggaran pembiayaan UMKM yang selama ini tersebar di 18 kementerian/lembaga akan diupayakan untuk dikonsolidasikan di kementerian yang dipimpinnya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dengan tema Pemberdayaan UMKM di Kantor Presiden Jakarta, Senin mengatakan, Presiden telah meminta Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan seluruh kementerian terkait untuk mengkonsolidasikan anggaran pembiayaan UMKM.

“Presiden telah meminta ke Menkeu, Menteri BUMN, dan kepada seluruh menteri karena pembiayaan pemberdayaan UMKM selama ini nyebar di 18 kementerian,” katanya.

Baca juga: Teten: Pemberdayaan koperasi dan UMKM akan terintegrasi di Omnibus Law

Teten pun secara khusus diminta untuk menyiapkan roadmap dan rencana strategi karena nantinya anggaran pemberdayaan tersebut akan dikonsolidasikan di Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kami sedang menyiapkan renstra dan roadmap pengembangan UMKM,” kata Teten.

Menurut dia, pembinaan UMKM menjadi sangat penting terutama karena Presiden Jokowi telah menginstruksikan agar dilakukan perekrutan sebanyak-banyaknya tenaga ahli untuk disebar ke sentra-sentra UMKM di seluruh Indonesia.

Mereka nantinya akan ditugaskan untuk melakukan pendampingan secara end to end kepada UMKM dari mulai merencanakan usaha, pengemasan, hingga pemasaran produk.

Baca juga: Teten siapkan lima program strategis naikkan kelas koperasi dan UMKM

“Model seperti ini banyak dilakukan di banyak negara,” katanya.

Presiden juga meminta agar UMKM fokus ke sektor produksi dan kemudian bisa naik kelas ke skala usaha yang lebih tinggi.

“Presiden meminta saya untuk mengembangkan bisnis model di berbagai sektor unggulan yang berorientasi ekspor dan produk substitusi impor sebagai akselerasi bagi pertumbuhan UMKM,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya berupaya untuk membangun kelembagaan UMKM yang sebagian besar merupakan usaha perorangan sehingga kemudian memiliki sistem produksi yang terintegrasi di sentra-sentra.

“Dengan begitu soal perizinan, pembiayaan bisa lebih mudah karena dilakukan kolektif, bisa juga factory sharing untuk permesinan modern sehingga daya saing UMKM meningkat,” kata Teten.

Baca juga: Teten ajak remaja putri Muhammadiyah kembangkan ekonomi syariah
Baca juga: Anggaran pemberdayaan koperasi terlalu kecil
Baca juga: Kemenkop dan Tokopedia perkuat UMKM tembus pasar global


 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi resmikan Tol Kunciran-Serpong

Komentar