HUT NasDem tegaskan persatuan dalam keberagaman

HUT NasDem tegaskan persatuan dalam keberagaman

Ketua Panitia HUT Ke-8 Partai NasDem, Ahmad Sahroni saat memberikan sambutannya pada Puncak Peringatan HUT, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin malam (11/11/2019). (Antara Foto/Syaiful Hakim)

Semangat ini tergambar dari ragam pertunjukan yang disuguhkan mewakili kekayaan budaya tanah air dari Aceh hingga Papua
Jakarta (ANTARA) - Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-8 Partai NasDem, Ahmad Sahroni menekankan arti penting persatuan dalam mengoptimalkan kebhinekaan sebagai modal dasar dalam membangun Indonesia ke depan.

Sahroni mengatakan hal itu dalam sambutannya Puncak Peringatan HUT Partai NasDem yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Maruf Amin, Presiden Kelima Megawati Soekarno Putri, Wakil Presiden ke-12 Jusuf Kalla dan sejumlah pejabat negara lainnya, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin.

Menurut dia, penekanan "unity for diversity" ini sejalan dengan filosofi Partai NasDem yang selalu berupaya melakukan gerakan perubahan bernama Gerakan Restorasi yang berlandaskan pada politik solidaritas, ekonomi emansipatif dan partisipatif, serta serta budaya gotong-royong.

Baca juga: Jokowi tegaskan partai koalisi pemerintah rukun

"Semangat ini tergambar dari ragam pertunjukan yang disuguhkan mewakili kekayaan budaya tanah air dari Aceh hingga Papua. Begitulah semangat dan cita-cita Nasdem yang selalu mau merangkul," kata Sahroni yang baru dilantik sebagai Bendahara Umum Partai NasDem periode 2019-2024.

Hal itu terlihat sejak pembukaan Kongres hingga malam perayaan HUT ke-8 NasDem sebanyak 3.500 peserta. Sebanyak 3.500 kader militan dari seluruh tanah air dan 1.000 orang panitia terlibat bergotong royong dalam mewujudkan perhelatan ini.

Sahroni mengutarakan bahwa Kongres II dan HUT Ke-8 Partai NasDem kali ini memang mengangkat tema "Restorasi untuk Indonesia Maju" ini senafas dengan visi Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin yang membentuk Kabinet Indonesia Maju di periode kerja kedua.

"Tema tersebut sengaja diangkat, karena Partai NasDem ingin sungguh-sungguh memastikan dan memperkuat serta memantapkan langkah dan kebijakan partai dalam mendukung keberhasilan seluruh program pemerintah dalam membawa Indonesia pada suatu kemajuan hakiki sesuai cita-cita besar nan luhur pendirian bangsa dan negara ini, yakni segera terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," papar Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI.

Keadilan sosial itu, kata Sahroni, kemudian diwujudkan melalui gerakan peduli pendidikan dan literasi di mana panitia mengumpulkan buku ke taman bacaan. Begitu pula gerakan partai NasDem membangun kelas restorasi bagi sekolah Tunas Mulia di Bantar Gebang yang menjadi sekolah gratis bagi anak-anak pemulung

Di samping itu, dirinya memaparkan Kongres II dan HUT ke 8 partai NasDem juga menjadi arena tampilnya UMKM dan hasil industri 4.0.

Kongres II dan HUT ke-8 NasDem juga menampilkan berbagai "side event transfer of knowledge", tempat belajar berbagi pengetahuan sehingga dapat menjadi contoh bagaimana menghargai produk dan budaya Indonesia.

"Ini semua sesuai arahan Ketua Umum Pak Surya Paloh karena beliau mengetahui persis betapa Bapak Presiden sangat konsern terhadap perkembangan UMKM sebagai basis berkembangnya industri pariwisata," ucapnya.

Pentingnya persatuan, ucap Sahroni juga tergambar di perayaan HUT ke-8 Partai NasDem dengan kehadiran Presiden Jokowi dan mantan Presiden ke-5 Megawati yang sebelumnya dikabarkan memiliki kerenggangan hubungan bersama Surya Paloh.

"Klarifikasi saling menyayangi dan hanya kerap melontarkan pernyataan sebagai sebuah candaan yang ditutup dengan pelukan hangat antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum Surya Paloh menjadi bukti persatuan sangat penting di tengah upaya NasDem merangkul semua pihak, baik yang berada di dalam ataupun di luar pemerintahan," kata Sahroni.

Baca juga: Disambut Surya Paloh, Jokowi hadiri puncak HUT Partai NasDem
Baca juga: Partai NasDem targetkan menang di Pemilu 2024

 

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Surya Paloh jawab teriakan 'oposisi': bodoh sekali!

Komentar