Harga minyak di Asia turun dua hari beruntun, produksi Saudi naik

Harga minyak di Asia turun dua hari beruntun, produksi Saudi naik

Ilustrasi: Gas suar di dekat lapangan minyak Khurais, Arab Saudi (REUTERS/Ali Jarekji)

Harga minyak tertekan pada awal minggu ini karena kekhawatiran perdagangan menggagalkan beberapa momentum
Tokyo (ANTARA) - Harga minyak AS turun untuk hari kedua berturut-turut di perdagangan Asia pada Selasa pagi, di tengah sedikit tanda kemajuan pada pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan China, sementara produksi minyak mentah Arab Saudi naik, memperkuat kekhawatiran tentang kelebihan pasokan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 20 sen atau 0,4 persen, menjadi diperdagangkan di 56,66 dolar AS per barel pada pukul 00.39 GMT (07.39 WIB). Kontrak WTI 0,7 persen di sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent belum diperdagangkan setelah jatuh 0,5 persen pada Senin (11/11/2019).

Kekhawatiran tentang dampak permintaan minyak dari perang perdagangan AS-China selama 16-bulan yang telah membebani pertumbuhan ekonomi global, muncul kembali menyusul keraguan tentang peluang kesepakatan perdagangan fase satu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Sabtu (9/11/2019) bahwa pembicaraan dengan China berjalan dengan "sangat baik" tetapi Amerika Serikat hanya akan membuat kesepakatan jika itu adalah tepat untuk Washington. Dia juga mengatakan ada pelaporan yang salah tentang kesediaan AS untuk mencabut tarif.

"Harga minyak tertekan pada awal minggu ini karena kekhawatiran perdagangan menggagalkan beberapa momentum yang kita lihat pada Oktober bahwa kesepakatan fase satu akan memberikan dorongan untuk permintaan energi," kata Edward Moya, ahli strategi pasar senior di OANDA.

Kehati-hatian juga melanda pasar lain menjelang pidato Presiden AS Donald Trump kepada Economic Club of New York di kemudian hari kalau-kalau ada kata baru tentang perjanjian.

Di sisi pasokan, Arab Saudi meningkatkan produksi minyaknya pada Oktober menjadi 10,3 juta barel per hari (bph), meskipun tetap menjaga pasokannya ke pasar minyak di bawah target produksi OPEC.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC , mungkin akan memperpanjang kesepakatan untuk membatasi pasokan minyak mentah tetapi tidak mungkin memperdalam pemotongan mereka, kata menteri energi Oman.

OPEC+, yang telah memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari sejak Januari berdasarkan kesepakatan yang akan berlangsung hingga Maret 2020, akan bertemu berikutnya pada awal Desember.

Di tempat lain, data AS menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di Cushing, titik pengiriman untuk WTI, turun sekitar 1,2 juta barel dalam sepekan yang berakhir 8 November, kata para pedagang, mengutip perusahaan intelijen pasar Genscape.

Persediaan Cushing telah meningkat selama lima minggu berturut-turut hingga 1 November, menurut data pemerintah.

Baca juga: Harga minyak turun, kekhawatiran kelebihan pasokan 2020 meningkat

Baca juga: Dolar AS melemah di tengah berita perang dagang yang beragam

Baca juga: Rupiah Selasa pagi menguat 5 poin, di atas Rp14.000


 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar