BPIP: Perlu doktrin penguatan ideologi Pancasila dengan cara kekinian

BPIP: Perlu doktrin penguatan ideologi Pancasila dengan cara kekinian

Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Aris Heru Utomo saat pidato dalam sosialisasi nilai-nilai Pancasila dengan tema "Pemanfaatan internet dalam penyebaran nilai-nilai Pancasila bagi perangkat desa" di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Selasa (12/11/2019). ANTARA/Joko Susilo.

Batu-Malang (ANTARA) - Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Aris Heru Utomo mengatakan perlu ada doktrin penguatan ideologi Pancasila kepada masyarakat dengan cara kekinian.

"Salah satu pertimbangan membentuk BPIP, untuk membina ideologi, Kita harus diajarkan doktrin, cuma harus dilakukan mendoktrinkan dengan cara kekinian," kata Aris saat pidato dalam sosialisasi nilai-nilai Pancasila dengan tema "Pemanfaatan internet dalam penyebaran nilai-nilai Pancasila bagi perangkat desa" di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Selasa.

Aris mengakui sejak masa reformasi ajaran ideologi Pancasila mulai sedikit ditinggalkan dalam mata pelajaran di sekolah dan instansi.

Munculnya gesekan masyarakat karena gelaran pemilu langsung, baik Pilkada maupun Pilpres dan gesekan antarmasyarakat lainnya menyadarkan untuk perlu diajarkan kembali ideologi Pancasila di sekolah, kata Aris.

Dia juga mengungkapkan bahwa di negara maju di Amerika Serikat dan Jepang masih melakukan doktrin nasionalisme ke masyarakatnya.

Direktur sosialisasi BPIP ini mencontohkan doktrin AS dengan film Rambo yang menggambarkan bahwa negaranya selalu menang perang dengan orang lain hanya dengan satu orang prajurit.

Jepang juga melakukan doktrin dengan film kartun "Tsubasa" untuk mendorong masyarakat mencintai sepakbola, sehingga saat ini Jepang yang dulunya tidak diperhitungkan, kini olahraga terpopuler dunia ini membuat "Negara Matahari Terbit" ini selalu lolos piala dunia.

Aris mengakui bahwa negara maju sudah melibatkan seluruh elemen masyarakat dan menggunakan cara-cara kekinian seperti pendekatan budaya dalam melakukan doktrin ke masyarakatnya.

"Tapi kalau kita yang diperhatikan hanya pendekatan melalui jalur formal, lewat pendidikan, sementara jalur budaya belum dimaksimalkan," katanya kepada wartawan usai memberikan sambutan sosialisasi.

Dia mengatakan, selain jalur pendidikan untuk menerapkan kembali mata pelajaran Pancasila di sekolah-sekolah, BPIP sedang menyiapkan melalui jalur budaya.

"Ternyata jalur budaya tak kalah efektif seperti jalur pendidikan. Seperti penyebaran agama Islam di Indonesia yang menggunakan budaya seperti wayang oleh wali songo," katanya.

Selain pendekatan melalui budaya, kata Aris, pihaknya juga akan menggunakan pendekatan melalui penguatan komunitas, jalur media sosial komunikasi dan jaringan kelompok masyarakat, juga bisa melalui film.

"Selain itu bisa melalui kuliner dengan menanamkan nilai-nilai budaya di dalamnya. Dan melakukan kegiatan secara damai," katanya.

Baca juga: BPIP: Penyebaran hoaks lemahkan nilai Pancasila

Baca juga: BPIP ajak komunitas IT gelorakan nilai-nilai Pancasila

Baca juga: BKKBN sosialisasikan penguatan nilai pancasila bagi keluarga di Bali

Baca juga: Menhub gandeng Deddy Corbuzier sampaikan nilai Pancasila ke milenial

 

MPR-RI Nilai Sosialisasi Pancasila Harus Dilanjutkan

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar