Kegiatan melukis, upaya RSJD Surakarta rehabilitasi pasien

Kegiatan melukis, upaya RSJD Surakarta rehabilitasi pasien

Pasien di RSJD dr Arif Zainudin Surakarta, Jawa Tengah mengikuti rehabilitasi melukis dengan mentor dari Komunitas Seniman Rumah Banjarsari Solo. (FOTO ANTARA/Aris Wasita)

Ketika dituangkan lewat media maka pasien bisa bercerita lewat itu. Ini disebut eksplorasi perasaan, salah satu jenis terapi ekspresi
Solo, Jateng (ANTARA) - Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainudin Surakarta, Jawa Tengah merehabilitasi pasien melalui kegiatan melukis dengan melibatkan Komunitas Seniman Rumah Banjarsari Solo.

"Yang masuk rehabilitasi ini sudah bisa dikategorikan pulih, persiapan mereka pulang," kata Kepala Instalasi Rehabilitasi RSJD dr Arif Zainudin Surakarta Febrianto di sela rehabilitasi melukis di Solo, Selasa.

Ia mengatakan melalui hasil lukisan pasien dapat diketahui kondisi mental para pasien mengingat yang selama ini terjadi sebagian pasien tidak tahu kalau mereka punya masalah.

"Tetapi ketika dituangkan lewat media maka pasien bisa bercerita lewat itu. Ini disebut eksplorasi perasaan, salah satu jenis terapi ekspresi," katanya.

Febrianto berharap nantinya ketika pasien sudah diperbolehkan pulang bisa tetap ikut rehabilitasi rawat jalan untuk mengembalikan kondisi pasien.

Sementara itu, perwakilan Komunitas Seniman Rumah Banjarsari Yogi Irawan mengatakan pada kegiatan tersebut para seniman mengajak pasien berkriya menciptakan motif abstrak.

"Tidak harus membuat gambar tertentu. Kami justru berharap mereka bisa menciptakan motif abstrak," katanya.

Ia mengatakan salah satu kesulitan yang dihadapi para mentor melukis tersebut yaitu ketika mengontrol konsentrasi para pasien.

"Mereka masih terbatas pada model gambar, yang kami harapkan abstrak, tetapi ini malah jadi menarik," katanya.

Pada kegiatan tersebut ia juga tidak mempersulit pasien dengan banyak alat lukis. Beberapa peralatan yang disiapkan di antaranya busa dan kanvas.

"Tekniknya pakai busa, selanjutnya dicelupkan ditinta, caranya bisa digores, diteteskan atau diperas di atas kanvas. Kami mengharap ekspresi mereka tertuang melalui warna dan pola," demikian Yogi Irawan.

Baca juga: Menggambar bisa jadi terapi kala depresi

Baca juga: Album kedua Kunto Aji bisa jadi terapi kesehatan mental

Baca juga: Konseling daring kini menjadi pilihan layanan terapi kesehatan mental

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Melukis ala Street Art

Komentar