BKPM dorong Jepang tingkatkan investasi yang berorientasi ekspor

BKPM dorong Jepang tingkatkan investasi yang berorientasi ekspor

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kanan) dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii (kiri) dalam pertemuan di Jakarta, Senin (11/11/2019). ANTARA/HO BKPM/am.

Kita sedang mendesain bagaimana semua bisa selesai di BKPM. Investor tidak perlu lagi mondar-mandir ke mana-mana. Jangan lagi mereka dipingpong sana-sini. Kita juga akan dampingi dan tenteng satu demi satu investor. Kita siapkan Satgas
Jakarta (ANTARA) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong Jepang untuk meningkatkan investasinya yang berorientasi ekspor.

"Jadi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meminta agar Jepang meningkatkan investasinya yang berorientasi ekspor ke Indonesia," kata Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, mengenai kegiatan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menerima kunjungan Duta Besar Jepang Masafumi Ishii di Kantor BKPM, Senin (11/11).

Rizal mengatakan permintaan Kepala BKPM itu juga untuk menindaklanjuti hasil pembicaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Bangkok, Thailand belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin membahas peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air.

Dubes Masafumi Ishii hadir didampingi sejumlah pejabat Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Jakarta antara lain Sekretaris Pertama Kedubes Jepang Shimizu Ayako dan Yusuke Kaneko.

"Kami menyambut baik harapan Kepala BKPM yang baru. Kami akan optimis kerja sama investasi dan ekpos dengan Indonesia akan semakin meningkat ke depan," ujar Dubes Masafumi.

Meski demikian, ia mengungkapkan sejumlah kendala regulasi, perizinan, perpajakan membuat investasi Jepang mengalami perlambatan di Indonesia.

Tak hanya itu, negeri samurai itu juga mengerahkan investasinya ke negara-negara tetangga yang lebih siap menerima investasi Jepang.

Masafumi menerangkan, sebelumnya Indonesia menjadi tujuan investasi nomor satu sedunia. Namun kemudian, berdasarkan survei, posisi Indonesia digeser oleh beberapa negara lainnya seperti Vietnam, India, dan China.

Menanggapi keluhan Masafumi Ishii, Bahlil meyakinkan BKPM tengah melakukan perubahan mendasar guna memperbaiki iklim investasi di Tanah Air.

BKPM saat ini tengah memperbaiki masalah regulasi, perizinan, perpajakan, dan pengadaan lahan.

"Kita sedang mendesain bagaimana semua bisa selesai di BKPM. Investor tidak perlu lagi mondar-mandir ke mana-mana. Jangan lagi mereka dipingpong sana-sini. Kita juga akan dampingi dan tenteng satu demi satu investor. Kita siapkan Satgas," ujar Bahlil.

Jepang merupakan investor nomor dua terbesar di Indonesia setelah Singapura. Investasi Jepang di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir mencapai 31 miliar dolar AS.

Ada pun kontribusi perusahaan Jepang atas ekspor di Indonesia meningkat dari 18,1 persen menjadi 24,4 persen atas nilai ekspor Indonesia.

Dengan demikian, masih terbuka ruang luas bagi Jepang untuk mendatangkan investasi berbasis ekpor ke Indonesia.

Ada pun realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang Januari-September 2019 sebagian besar diketenagalistrikan dan gas (58,1 persen), disusul otomotif dan transportasi sebesar 13,7 persen, perumahan dan kawasan industri serta perkantoran 12,6 persen, industri karet dan plastik 2,5 persen, dan lain-lainnya sebesar 10,1 persen.

Baca juga: Mitsubishi perluas investasi 130 juta dolar AS

Baca juga: Gubernur BI yakinkan investor Jepang untuk investasi di Indonesia

Baca juga: BKPM terapkan layanan "aftercare" jaga loyalitas investor Jepang



 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden beri waktu satu bulan selesaikan kebijakan permudah investasi

Komentar