KLHK angkat banyak isu pada Konferensi Perubahan Iklim di Madrid

KLHK angkat banyak isu pada Konferensi Perubahan Iklim di Madrid

Wakil Menteri KLHK Alue Dohong mengatakan Indonesia akan mengangkat banyak isu dalam Konferensi Perubahan Iklim di Madrid usai memberi sambutan dalam Festival Generasi Muda Cinta Lingkungan di KLHK Jakarta, Selasa (12/11/2019). ANTARA/Katriana/am.

Indonesia juga akan mengangkat isu tentang sirkular ekonomi dan cara bagaimana memitigasi deforestasi dan degradasi hutan serta gambut dalam konferensi di Madrid itu.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia  akan mengangkat banyak isu pada Konferensi Perubahan Iklim yang akan digelar di Madrid pada Desember 2019.

"Lumayan banyak yang akan kita bawa," kata Wakil Menteri KLHK Alue Dohong usai memberi sambutan dalam acara Festival Generasi Muda Cinta Lingkungan di KLHK Jakarta, Selasa.

Isu yang akan diangkat dalam konferensi tersebut di antaranya adalah tentang perubahan iklim dan sampah.
Baca juga: Konferensi perubahan iklim PBB dipastikan digelar di Madrid

Selain isu perubahan iklim yang terus mendera Indonesia, isu sampah juga menyebabkan polusi lingkungan yang luar biasa besar dan berdampak negatif terhadap lingkungan, baik pada skala nasional maupun pada skala global.

Oleh karena itu, kedua isu tersebut perlu dibahas lebih rinci dalam pertemuan iklim yang akan diselenggarakan pada 2-13 Desember tersebut.

Selain itu, Indonesia juga akan mengangkat isu tentang sirkular ekonomi dan cara bagaimana memitigasi deforestasi dan degradasi hutan serta gambut dalam konferensi di Madrid itu.

"Termasuk masalah keterlibatan masyarakat adat dan LSM dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan," kata Wamen.
Baca juga: Paviliun Indonesia selalu dipadati peserta Konferensi Perubahan Iklim
Baca juga: Spanyol menawarkan diri untuk konferensi perubahan iklim COP25


KLHK, kata Wamen, masih mendiskusikan kemungkinan siapa saja yang akan diberangkatkan untuk hadir dalam pertemuan iklim global tersebut.

"Masih didiskusikan, antara saya atau Ibu Menteri," katanya.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengkonfirmasi bahwa pertemuan perubahan iklim tahun ini akan berlangsung di Madrid pada Desember.

Pertemuan iklim dipindah ke Madrid setelah Cile pada pekan lalu menarik diri sebagai tuan rumah karena aksi protes besar-besaran yang terjadi di negara Amerika Selatan itu.
Baca juga: Forum perubahan iklim siapkan pelaku lingkungan ke Polandia

Komitmen Indonesia Untuk Perubahan Iklim


 

Pewarta: Katriana
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar