Pebisnis Hong Kong bakal gelar pameran elektronik di Jakarta

Pebisnis Hong Kong bakal gelar pameran elektronik di Jakarta

Vice President Global Sources Exhibition Hong Kong, Wendy Lai (kiri tengah), Presiden Direktur Adhouse Clarion Events (penyelenggara GSEI 2019) Toerangga Putra (kanan tengah), dan Ketua Umum Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (Asisindo) Tan Widarno (paling kiri) dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (12/11/2019). ANTARA/M Razi Rahman

Global Sources Electronics merupakan pameran perdagangan elektronik terbesar dunia yang biasanya diselenggarakan setiap tahun di Hong Kong.
Jakarta (ANTARA) - Pebisnis Hong Kong bakal menggelar pameran perdagangan Global Sources Electronic Indonesia 2019 di Jakarta mengingat pesatnya potensi pertumbuhan perekonomian RI.

"Potensi ekonomi Indonesia yang terus tumbuh dan meningkatnya pangsa UMKM dan penjual online di Indonesia adalah pendorong di balik acara ini (Global Sources Electronics)," kata pebisnis Hong Kong dan Vice President Global Sources Exhibition Hong Kong Wendy Lai dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, Global Sources Electronics merupakan pameran perdagangan elektronik terbesar dunia yang biasanya diselenggarakan setiap tahun di Hong Kong.

Pada  5-7 Desember 2019, ujar dia, ajang serupa bakal dihadirkan di Jakarta Convention Center.

Pameran Global Sources Electronic Indonesia (GSEI) 2019 itu akan terbagi menjadi empat kategori utama yaitu peralatan elektronik untuk konsumen, peralatan elektronik seluler, komponen elektronik, dan gaming.

Baca juga: Bos konglomerasi Hong Kong lirik investasi properti di Indonesia

Presiden Direktur Adhouse Clarion Events (penyelenggara GSEI 2019) Toerangga Putra menyatakan, ajang ini akan membawa peserta pameran terverifikasi yang berpengalaman dalam memasok untuk beberapa merek teratas di industri elektronik.

"Perkembangan yang cepat dan perubahan lanskap pasar di Indonesia telah menciptakan peluang baru yang menarik bagi bisnis," kata Toerangga.

Ia mengingatkan bahwa saat ini, 70 juta orang yang termasuk masyarakat kelas menengah Indonesia adalah demografi pasar utama untuk penjualan elektronik.

Jumlah tersebut juga akan bertambah menjadi 130 juta orang pada 2030.

"Indonesia juga merupakan basis konsumen yang menjanjikan, dengan populasi usia produktif mencapai 68 persen total penduduk," katanya.

Dengan penyelenggaraan GSEI 2019, Toerangga juga mengutarakan harapannya agar ajang ini juga bisa menjadi jembatan agar investor masuk ke Indonesia.

Senada, Wendy Lai juga menyatakan bahwa terdapat banyak pebisnis dari China yang sebenarnya tertarik menanamkan modal di berbagai negara di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (Asisindo) Tan Widarno mengemukakan, diharapkan GSEI tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai konsumen akhir.

Namun, Tan mengutarakan harapannya agar ajang tersebut bisa mengajak pemasok asing untuk bermitra bisnis dengan pengusaha lokal, bahkan kalau bisa juga diharapkan hingga berinvestasi penuh di Indonesia.
Baca juga: Produk industri elektronik di Bogor tembus pasar Amerika

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah siap beri bantuan jurnalis Yuli korban deportasi di Hong Kong

Komentar