Aprindo: Beras medium Bulog miliki kualitas premium

Aprindo: Beras medium Bulog miliki kualitas premium

Pameran HPS ke-39 yang di pusatkan di alun-alun eks MTQ Kota Kendari memarkan berbagai produk olaha. Salah satu stand milik BUMN Bulog dengan memamerkan berbagai produk hasil pertanian seperti beras produk lokal Sultra. (foto Antara/Azis Senong)

Beras medium Bulog juga layak sebenarnya untuk dikonsumsi oleh konsumen di kelas menengah ke atas
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menilai bahwa produk beras medium Bulog memiliki kualitas premium.

"Beras medium Bulog juga layak sebenarnya untuk dikonsumsi oleh konsumen di kelas menengah ke atas yang selama ini berbelanja beras di ritel modern. Selama ini, hanya beras premium yang dijual di ritel modern," ujar Roy Nicholas Mandey di sela Musyawarah Nasional Aprindo di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, sebagai peritel modern akan selalu mendukung program pemerintah untuk membantu meningkatkan konsumsi, salah satunya untuk menyerap beras Bulog.

"Aprindo mewadahi ini, nanti 'bussines to bussines' antar perusahaan-perusahaan anggota Aprindo seperti supermarket, minimarket, Hypermarket, berbicara langsung dengan Bulog untuk teknisnya," katanya.

Ia memaparkan berdasarkan catatan Aprindo terdapat sekitar 45.000 ritel modern. Dari jumlah itu, sekitar 95 persennya siap untuk menjual beras Bulog.

"Tidak semua ritel modern menyerap beras karena lima persen ritel modern merupakan 'department store'," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan masuknya beras medium Bulog ke ritel modern akan mendukung upaya penyediaan beras dan komoditi pangan pokok bagi konsumen dengan harga sesuai ketentuan Pemerintah.

"Hal ini sangat penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam meredam gejolak harga pangan yang tercermin dari stabilnya tingkat inflasi nasional khususnya inflasi bahan pangan," ujarnya.

Dengan jumlah jaringan gudang mencapai lebih dari 1.400 unit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, lanjut dia, Bulog telah menjadi bagian dari kekuatan nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dalam hal ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi harga.

Di sisi lain, Aprindo yang beranggotakan 150 perusahaan ritel dengan 45.000 gerai yang tersebar di 30 Provinsi seluruh Indonesia, memiliki peran penting dalam menjaga keamanan distribusi barang dan stabilisasi harga khususnya yang rentan akan fluktuasi harga.

Hari ini (Selasa, 12/11), Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey di Hotel melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait penyediaan beras dan komoditi pangan pokok bagi konsumen. MoU turut disaksikan oleh Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto.


Baca juga: Bulog gandeng Aprindo distribusi beras medium ke masyarakat
Baca juga: Buwas: penjualan beras Bulog lewat e-commerce diminati masyarakat
Baca juga: Bulog pasok beras premium untuk 25.000 karyawan BNI

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fumigasi mencegah rusaknya beras karena lamanya penyimpanan

Komentar