Pendulang emas tradisional di area Freeport akan dievakuasi

Pendulang emas tradisional di area Freeport akan dievakuasi

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob (ANTARA/Evarianus Supar)

"Saya memang mendengar informasi dari pihak keamanan bahwa akan dilakukan evakuasi para pendulang dari Kali Kabur, sebab menjelang bulan Desember diharapkan tidak boleh ada lagi aktivitas pendulang di sana. Saya tidak tahu kalau evakuasi para pendula
Timika (ANTARA) - Wakil Bupati Mimika, Papua, Johannes Rettob mengakui adanya rencana mengevakuasi ribuan pendulang emas tradisional dari Kali Kabur yang masuk area PT Freeport Indonesia, ke Timika dalam waktu dekat.

"Saya memang mendengar informasi dari pihak keamanan bahwa akan dilakukan evakuasi para pendulang dari Kali Kabur, sebab menjelang bulan Desember diharapkan tidak boleh ada lagi aktivitas pendulang di sana. Saya tidak tahu kalau evakuasi para pendulang itu karena adanya ancaman oleh pihak-pihak tertentu terhadap keselamatan mereka," kata John Rettob, di Timika, Selasa.

John mengakui bahwa aktivitas pendulangan emas tradisional di kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia yang telah berlangsung selama bertahun-tahun belakangan menjadi persoalan tersendiri yang hingga kini belum bisa dicarikan solusi pemecahannya.
Baca juga: Jasad pendulang emas Mimika ditemukan di Kali Kabur

Warga yang terlibat dalam aktivitas pendulangan tradisional di kawasan itu mencapai ribuan orang. Para pendulang tradisional yang datang dari berbagai daerah itu menggantungkan hidup keluarga mereka dari usaha mengais butiran emas yang terbawa arus Sungai Kali Kabur dari wilayah dataran tinggi Tembagapura menuju dataran rendah Mimika.

"Kalau semua dievakuasi ke Timika tentu ini menjadi masalah sosial baru dan menjadi beban pemerintah daerah," ujar John.

Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan mengimbau para pendulang tradisional yang hingga kini melakukan aktivitas pendulang emas di Kali Kabur yang merupakan lokasi pembuangan material tailing PT Freeport agar diharapkan segera keluar dari lokasi itu, sehubungan dengan adanya isu-isu yang berkembang terkait kegiatan kelompok separatis Papua pada 1 Desember 2019 mendatang.

"Kami menangkap adanya informasi semacam seruan atau ancaman secara halus agar masyarakat pendatang yang mendulang untuk keluar dari lokasi pendulangan.
Walaupun ancaman ini belum nyata, tapi bisa dianggap indikasi yang perlu disikapi," kata Letkol Nainggolan.
Baca juga: Freeport kembali berproduksi

Dandim mengakui sepanjang aliran Kali Kabur mulai dari Banti di Distrik Tembagapura hingga di wilayah dataran rendah Mimika terdapat ribuan pendulang emas tradisional.

Lokasi yang dianggap rawan terjadi ancaman terhadap para pendulang, menurut Dandim Mimika, yaitu mulai dari Mile 50 hingga Mile 38.

Dari data yang ada, katanya, saat ini sedikitnya terdapat belasan ribu warga yang terlibat dalam aktivitas pendulangan emas tradisional di sepanjang aliran Kali Kabur di area PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika.

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar