Mendagri cek lokasi Rakornas Forkopimda di SICC Bogor

Mendagri cek lokasi Rakornas Forkopimda di SICC Bogor

Mendagri, Tito Karnavian usai rapat persiapan Rakornas Forkopimda se-Indonesia di Hotel Harris, Sentul, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Selasa (12/11/2019) malam. ANTARA FOTO/M Fikri Setiawan.

Besok itu adalah rakor nasional, namanya adalah Rakornas Sinergi untuk Indonesia maju
Sentul, Bogor (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengecek lokasi pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara Pemerintah Pusat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa malam.

"Besok itu adalah rakor nasional, namanya adalah Rakornas Sinergi untuk Indonesia maju," ujarnya kepada awak media usai meninjau lokasi.

Selain meninjau lokasi pelaksanaan di SICC, Tito bersama jajaran sempat melakukan rapat terbatas di Hotel Harris yang lokasinya berseberangan dengan SICC.

Baca juga: Presiden minta Mendagri tata hubungan Pemerintah Pusat dan Pemda

Menurutnya, kegiatan akbar itu bertujuan menyinergikan dan menyelaraskan visi misi dan rencana pembangunan lima tahun ke depan dari Presiden dengan Pemerintah Daerah se-Indonesia. Sehingga, ada kesesuaian program sebelum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ketuk palu.

Pasalnya, ada lima program prioritas yang digaungkan oleh Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo - Ma'ruf Amin, yaitu pertama mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM), kesehatan dan pendidikan, kedua mengenai pembangunan infrastruktur, ketiga penyegaran regulasi, keempat reformasi birokrasi, kelima yaitu transformasi ekonomi.

"Nanti penjabaran banyak sekali oleh Menteri, Menko, itu nanti diharapkan bisa dimasukkan dalam program daerah membangun membuat dasar kebutuhan khas masing-masing," kata Tito.

Baca juga: Mendagri dorong pembentukan SDM unggul dan Pancasilais

Ia mengatakan, meski Pemerintah Daerah bersifat otonom, tapi semua diikat dalam satu negara, sehingga tetap harus ada keselarasan mengenai program-program setiap Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat.

"Bahkan legislatif, yudikatif, dan eksekutif kalau sudah berbicara dengan negara itu satu visi, meskipun bukan berarti konspirasi ada cek and balence untuk lima tahun ke depan," tuturnya.

Baca juga: Tito akan undang seluruh kepala daerah sinkronkan program

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi akan gigit pengganggu agenda besar pemerintah

Komentar