Pemprov Kaltim dukung Forum FEE Wehea Kelay

Pemprov Kaltim dukung Forum FEE Wehea Kelay

Hutan lindung adat Wehea yang masih terjaga di Bumi Kutai Timur ,Kalimantan Timur dengan luas hutan sebesar 38.000 hektare yang dikelola Lembaga Adat Wehea Desa Nehas Liah Bing. ANTARA/HO-Aspri

forum telah berhasil mengimplementasikan rencana aksi periode 2016-2018
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendukung penuh pelaksanaan Forum Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Wehea-Kelay yang merupakan wadah berbagai pihak untuk kelestarian Orang Utan di Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Encek Ahmad Rafiddin kepada awak media di Samarinda, Selasa, mengatakan melalui forum tersebut diharapkan semua pihak berkomitmen dalam pengelolaan ekosistem kawasan konservasi pengelolaan habitat Orang Utan Kalimantan.

Dengan pengelolaan terbaik pada bentang alam Wehea dan Kelay seluas 532.143 ha yang terletak di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau, Provinsi Kaltim.

"Program ini telah berjalan sejak 2016-2018. Karena itu, sampai saat ini, forum telah berhasil mengimplementasikan rencana aksi periode 2016-2018," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Encek Ahmad Rafiddin Rizal di Samarinda usai memimpin pertemuan koordinasi rencana aksi Forum KEE Wehea-Kelay 2019-2021, di Aula Adiwiyata Kantor DLH Kaltim, Jalan MT Haryono Samarinda.

Baca juga: Ditemukan 606 Sarang Orangutan di Wehea, Kutai Timur

Dia menjelaskan realisasi pengembangan program ini, forum telah berhasil menyusun rencana aksi periode 2019-2021 secara partisipatif berdasarkan pembelajaran dari periode sebelumnya dan perkembangan-perkembangan terkini.

Dalam rangka memperkuat strategi implementasi rencana aksi tersebut, Forum KEE Wehea-Kelay melaksanakan pertemuan dengan seluruh anggota dan pihak-pihak lain yang mendukung untuk menyampaikan kembali rencana aksi dan mendapatkan masukan-masukan konstruktif.

"Program ini dilaksanakan bukan hanya oleh pemerintah daerah. Tetapi berbagai pihak. Terutama yang dimotori Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Juga didukung masyarakat adat serta perusahaan yang lahannya masuk kawasan konservasi di lahan yang mereka miliki terdapat habitat dilindungi," jelasnya.

Hadir Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni dan Manajer Senior Yayasan Konservasi Alam Nusantara Niel Makinuddin.

Pertemuan dirangkai dengan penyerahan apresiasi Ditjen KSDAE-KLHK kepada Ledjie Taq sebagai tokoh adat dan pejuang Hutan Adat Wehea.

Dalam kesempatan ini dilakukan peluncuran Sekretariat bersama Forum Kawasan Ekosistem Esensial dan Tim Percepatan Pengusulan Geopark Sangkulirang Mangkalihat oleh Kepala DLH Kaltim di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jalan MT Haryono Samarinda.

Baca juga: "Lom Plai" ritual syukur Orang Wehea

 

Pewarta: Arumanto
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar