Waspadai hujan disertai kilat dan angin kencang di Jakarta

Waspadai hujan disertai kilat dan angin kencang di Jakarta

BMKG menyatakan, akumulasi curah hujan Dasarian I November secara umum masih dalam kategori curah hujan rendah. (ANTARA/HO/BMKG)

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini akan adanya potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jakarta Selatan, Timur, serta Barat pada Rabu ini, dikutip dari laman web resmi www.bmkg.go.id.

Prakirawan BMKG menyebut potensi hujan disertai kilat dan angin kencang berlaku antara siang dan menjelang malam hari, dan akan berubah setiap ada perubahan angin dan pergeseran awan.

Sementara itu, warga Jakarta Barat, pada pagi akan disambut cuaca cerah berawan, siang hujan petir, malam cerah berawan, dan dini hari diramalkan berawan tebal.

Diperkirakan wilayah tersebut bersuhu 24 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 60 hingga 95 persen.

Kemudian cuaca Jakarta Pusat, pada pagi akan disambut cuaca berawan, siang hujan ringan, malam cerah berawan, dan dini hari diramalkan hujan lokal.

Suhu Jakarta Pusat diperkirakan 25 hingga 30 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 75 hingga 90 persen.

Berikutnya di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, cuaca pada pagi akan disambut cerah berawan, siang hujan petir, malam cerah berawan, dan dini hari diramalkan berawan.

Diperkirakan dua wilayah tersebut bersuhu diperkirakan 24 hingga 33 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 60 hingga 95 persen.

Sementara itu di Jakarta Utara, pagi berawan, siang hujan lokal, malam cerah berawan, dan dini hari hujan lokal.

Suhu diperkirakan 25 hingga 30 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 75 hingga 90 persen.

Di Kepulauan Seribu, pagi berawan, siang dan malam hari cerah berawan, dan dini hari hujan lokal, dengan suhu diperkirakan 26 hingga 28 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 80 hingga 95 persen.

Baca juga: Gempa magnitudo 5,1 guncang Ambon buat warga berlarian

Baca juga: BMKG : Gempa Jailolo-Malut akibat aktivitas subduksi lempeng


 

BMKG memprediksi tidak ada indikasi anomali iklim pada 2020

 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar