IHSG diprediksi variatif seiring kekhawatiran kesepakatan AS-China

IHSG diprediksi variatif seiring kekhawatiran kesepakatan AS-China

Pengunjung mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama.

Investor akan cenderung "wait and see" untuk melihat bagaimana prospek The Fed kedepannya
Jakarta (ANTARA) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diprediksi bergerak variatif (mixed) seiring kekhawatiran pasar terkait tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.

IHSG dibuka melemah 3,33 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.177,66. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,34 poin atau 0,14 persen menjadi 982,88.

"Kami perkirakan IHSG akan bergerak "mixed" seiring kekhawatiran akan kesepakatan antara China dan AS yang masih belum akan tercapai dalam waktu dekat," kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: IHSG ditutup menguat terbawa naiknya bursa Asia

Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa AS tetap akan menaikan tarif kepada barang-barang China jika langkah pertama dari perjanjian tidak tercapai.

Investor pun masih akan mencermati bagaimana perkembangan kesepakatan fase satu antara kedua ekonomi terbesar itu.

Di sisi lain, investor juga akan fokus pada pidato Gubernur The Fed Jerome Powell di kongres pada hari Rabu setempat terkait prospek kebijakan suku bunga.

"Investor akan cenderung "wait and see" untuk melihat bagaimana prospek The Fed kedepannya," ujar Lanjar.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 136,1 poin atau 0,58 persen ke 23.383,9, sedangkan bursa saham China dan Singapura libur.

Baca juga: IHSG Rabu dibuka melemah 3,33 poin
Baca juga: IHSG rawan terkoreksi akibat sentimen negatif global

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Tutup IHSG Tertinggi Dalam Sejarah

Komentar