Penjualan properti diprediksi tetap tumbuh di sisa akhir tahun

Penjualan properti diprediksi tetap tumbuh di sisa akhir tahun

Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe (tengah) bersama Division Head Corporate Communication and Public Affair Sinar Mas Land Panji Himawan (kanan) dan Division Head Sinar Mas Land Surabaya Aditya Sutantio (kiri) saling berbincang saat persentasi proyek Sinar Mas Land di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/11/2019). (Antara Jatim/Zabur Karuru)

Akhir tahun bagus untuk konsumen, karena akan banyak pilihan dengan harga yang kompetitif
Surabaya (ANTARA) - Penjualan properti di Tanah Air diprediksi akan tetap tumbuh di sisa dua bulan akhir tahun 2019, karena beberapa pengembang berusaha menghabiskan stok dan mengejar target, sehingga akan ada potongan harga untuk beberapa segmen properti, kata salah satu pengusaha properti nasional.

"Akhir tahun bagus untuk konsumen, karena akan banyak pilihan dengan harga yang kompetitif, sebab biasanya cuci-cuci gudangnya akhir tahun. Dan dari sisi pasar juga akan naik," kata Managing Director Presiden Office Sinarmas Land, Dony Rahajoe di Surabaya, Rabu.

Baca juga: Bos konglomerasi Hong Kong lirik investasi properti di Indonesia

Dony mengakui kenaikan akhir tahun selalu sulit diprediksi dengan jelas karena beberapa pengusaha juga mempunyai cara sendiri dalam memasarkan produknya, sebab beberapa perusahaan properti juga telah berancang-ancang menyiapkan strategi awal tahun, demi menggenjot kinerja bisnis.

"Untuk Sinarmas Land akan fokus menggenjot sektor housing tahun depan. Dan sejauh ini penyumbang terbesar pendapatan perusahaan masih berasal dari kategori housing atau perumahan. Kontribusinya mencapai 70 persen," tuturnya, usai kegiatan Media Networking di Surabaya.

Selain perumahan, Dony mengaku juga sedang membidik bisnis ritel dan hospitality. Tapi tetap perumahan akan jadi fokus pada tahun 2020.

Tahun 2020, kata dia, Sinar Mas Land juga akan fokus menggarap pasar rumah yang memiliki harga di kisaran Rp1 miliar, sebab pasar di segmen tersebut potensinya cukup besar. Didukung dengan berbagai kebijakan dari pemerintah yang pro bisnis,

"Contohnya pelonggaran LTV. Nanti di semua lokasi proyek kami akan kami fokuskan menggenjot penjualan rumah Rp1 miliar, termasuk di Surabaya melalui proyek Klaska Residence," katanya.

Sementara itu, selama ini kinerja Sinarmas Land ditopang oleh proyek BSD City di Tangerang, disusul proyek di Bekasi, Surabaya, dan Batam. Sinarmas Land dan Citramas Group juga berinisiatif membangun kawasan ekonomi digital di Nongsa, Batam yang diharapkan bisa menjadi jembatan digital yang menghubungkan Indonesia dan Singapura.

Baca juga: Tahun 2020, pasar properti masih didominasi kalangan menengah
Baca juga: Survei BI: Pertumbuhan harga properti residensial masih terbatas

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar