Golkar gunakan lembaga survei jaring cakada di Pilkada 2020

Golkar gunakan lembaga survei jaring cakada di Pilkada 2020

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto (kiri) didampingi Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus memimpin rapat pleno DPP Partai Golkar di Jakarta, Rabu (13/11/2019). (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk Paulus mengatakan partainya akan menggunakan lembaga survei untuk membantu pimpinan DPD Golkar menjaring calon kepala daerah yang ikut kontestasi di Pilkada 2020.

"Tadi juga disampaikan tentang lembaga survei yang kita rekomendasikan untuk digunakan para Ketua DPD Golkar menjaring calon kepala dan wakil kepala daerah," kata Lodewijk usai Rapat Pleno Partai Golkar di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Golkar gelar Rapat Pleno jelang Rapimnas

Baca juga: Golkar gelar pleno tentukan tanggal dan lokasi pelaksanaan Munas 2019


Dia mengatakan, Golkar akan mengutamakan kader internal untuk dimajukan dalam kontestasi Pilkada 2020 dengan melihat popularitas, elektabilitas dan kemampuan logistik.

Menurut dia, untuk melihat hasil elektabilitas dan popularitas, akan dikonfirmasi dengan survei yang dilakukan 10 lembaga survei.

"Dengan demikian yang kita harapkan pada Pilkada serentak 2020, nanti kita mendapatkan kader-kader terbaik dan kita yakin mereka bisa bertarung pada Pilkada serentak tahun 2020," ujarnya.

Dia mengatakan, Golkar menargetkan menang sebanyak-banyak dalam pelaksanaan Pilkada 2020 yang berlangsung di 9 provinsi dan 261 kabupaten/kota.

Menurut dia, kemenangan dalam Pilkada serentak 2020 akan sangat menentukan dalam kontestasi di Pemilu 2024.

Ke-10 lembaga survei yang digunakan Golkar adalah Pusdehan Suryabaya, Indikator Politik, SMRC, Charta Politika, LSI, Indo Barometer, Polmark, Sinergi Data Indonesia, Poltracking, dan LSI Denny JA.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Airlangga janji akan jadikan Partai Golkar 4.0

Komentar