Beda kajian Puncak Dua dengan PUPR, Bupati Bogor usul buat Perpres

Beda kajian Puncak Dua dengan PUPR, Bupati Bogor usul buat Perpres

Bupati Bogor Jawa Barat, Ade Yasin saat mencurahkan keluh kesahnya mengenai penataan Jalur Puncak dalam Rakornas Forkopimda se-Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). (M Fikri Setiawan)

Tetapi kajian kami, ketika dibangun jalan di tempat itu akan menambah IPM (indeks pembangunan manusia) di sana, mengurangi pengangguran bagi warga di wilayah Timur,
Sentul, Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Jawa Barat, Ade Yasin mengusulkan ke Presiden Jokowi agar menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai jalan tengah atas perbedaan kajian antara Pemkab Bogor dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengenai pembangunan Jalur Puncak Dua.

"Kami minta supaya ada kepercayaan PUPR kepada kami, dibuatkan saja Perpres agar di jalan itu tidak dibangun perumahan atau dibuat greenbelt kanan kiri jalan," ujarnya di hadapan para menteri, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor Jawa Barat, Rabu.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengungkap adanya perbedaan kajian antar dua institusi pemerintahan itu. Ia menyebutkan, pada kajian versi Kementerian PUPR, ketika Jalur Puncak Dua atau Jalur Poros Tengah Timur terbangun, maka akan bertumbuhan perumahan di sekelilingnya.

Baca juga: Uji coba sistem 2-1 di jalur Puncak dilakukan dua kali

"Tetapi kajian kami, ketika dibangun jalan di tempat itu akan menambah IPM (indeks pembangunan manusia) di sana, mengurangi pengangguran bagi warga di wilayah Timur," kata Ade Yasin.

Ia berharap, pembangunan jalan yang menghubungkan Sentul Kabupaten Bogor dengan Cipanas Kabupaten Cianjur itu justru akan meningkatkan perekonomian, disamping dapat mengurai sekitar 40 persen kepadatan di Jalur Puncak Cisarua.

Baca juga: Pelantikan Presiden, Ade Yasin berharap dukungan jalur Puncak Dua

Kini, Ade Yasin kembali memohon kepada Kementerian PUPR untuk membangun jalan Poros Tengah Timur tersebut. Karena, ruas jalan yang memiliki panjang sekitar 46 kilometer itu lahannya sudah dibebaskan.

"Kami juga sudah mengajukan proposal ke PUPR untuk dibangunkan jalan dari Sentul sampai Cianjur. Artinya ada solusi mengatasi kemacetan di Jalur Puncak, bisa 40 persen mengurangi kemacetan," lanjut Ade Yasin.

Baca juga: Pembahasan Jalur Puncak Dua Bogor usai Jokowi bentuk kabinet baru

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur Jabar lantik Walikota Bogor dan Bupati Ciamis

Komentar