Resensi film

"Ford v Ferrari", lika-liku perjalanan sang juara Le Mans '66

Oleh Arnidhya Nur Zhafira

"Ford v Ferrari", lika-liku perjalanan sang juara Le Mans '66

Poster film "Ford v Ferrari". (ANTARA/HO/20th Century Fox)

Jakarta (ANTARA) - Berlatar era 1960-an, “Ford v Ferrari” menghadirkan kisah nyata yang terinspirasi upaya Ford Motor Company saat melawan Ferrari dalam salah satu ajang balapan paling bergengsi, "Le Mans 24 Jam".

Carroll Shelby (Matt Damon) merupakan pembalap yang menjuarai ajang pembuktian ketahanan mobil selama 24 jam itu pada 1959.

Namun, Shelby harus menghadapi kenyataan tidak bisa melanjutkan karirnya sebagai pembalap karena kondisi jantungnya.

Dia masih dapat melanjutkan karir dalam ajang balap hanya saja sebagai perancang mobil bersama timnya. Termasuk di dalam tim Shelby yaitu Ken Miles (Christian Bale), salah satu pembalap paling berbakat.

Baca juga: Christian Bale sebut Robert Pattinson pilihan bagus untuk "Batman"
 
Christian Bale dan Matt Damon dalam cuplikan film "Ford v Ferrari". (ANTARA/HO/20th Century Fox)


Berbeda dengan Shelby, Miles merupakan teknisi dan pembalap yang berjiwa bebas, idealis, dan sangat mencintai pekerjaannya. Miles juga masih aktif mengikuti kejuaraan balap mobil di tingkat wilayah.

Keduanya dipertemukan dalam sebuah kerja sama dengan produsen mobil Ford. Pabrikan asal Amerika Serikat itu berambisi menciptakan sebuah mobil balap yang dapat mengalahkan juara bertahan Le Mans 24 Jam pada periode 1960-1965, Ferrari.

Shelby dan Miles lalu merancang Ford GT40. Mobil itu pun berhasil menjadi mobil Amerika Serikat pertama yang memenangkan Le Mans 24 Jam di Prancis, pada 1966.

Baca juga: Christian Bale aktor terbaik Golden Globes 2019

Namun sebelum meraih kemenangan, mereka harus menghadapi banyak tantangan terutama ketika merancang Ford GT40. Tantangan itu muncul dari sisi teknis, tentang ego dan idealisme sebagai kreator dan pembalap, hingga urusan bisnis yang menuntut kesempurnaan.

Film arahan sutradara James Mangold itu bukan saja mengisahkan persaingan antara Enzo Ferrari dengan Henry Ford, melainkan juga menghadirkan dinamika cerita yang emosional.
 
Christian Bale dalam cuplikan film "Ford v Ferrari". (ANTARA/HO/20th Century Fox)


Misalnya, hubungan antara Miles dengan sang putra, Peter. Ikatan ayah-anak itu terasa sebagai elemen cerita yang kental dan menyentuh bagi para penonton.

Hubungan persahabatan Shelby dan Miles, dengan rekan-rekan kerja mereka, hingga hubungan bisnis dengan Ford, dikemas dengan porsi yang tidak tumpang-tindih dan tetap menghadirkan aksi perlombaan mobil sebagai latar cerita.

Baca juga: Matt Damon kehilangan banyak uang setelah menolak sekuel "Avatar"

Sutradara Mangold juga mengeksekusi adegan demi adegan balap mobil dengan audio-visual yang memanjakan mata dan telinga sehingga ketegangan di belakang kemudi tetap terasa.

Penampilan aktor kawakan Christian Bale dan Matt Damon membawakan karakter masing-masing tokoh pun semakin memuluskan alur cerita bagi penonton, tidak terkecuali para penggemar otomotif.
 
Matt Damon dan Christian Bale dalam cuplikan film "Ford v Ferrari". (ANTARA/HO/20th Century Fox)


"Ford v Ferarri" bukan sekedar memberikan ketegangan perlombaan balap, melainkan juga hiburan segar apalagi ditambah kehadiran mobil-mobil klasik era 60an yang menjadi nilai tersendiri.

Film dengan durasi 135 menit itu sebelumnya telah ditayangkan dalam perhelatan Telluride Film Festival 2019 dan Toronto International Film Festival 2019.

"Ford v Ferrari" akan ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia mulai Jumat (15/11).

Baca juga: Duo pebalap nasional tumpuan T2 Motorsports incar tiket Le Mans 2020

Oleh Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar