Jihad Islam tawarkan syarat untuk gencatan senjata dengan Israel

Jihad Islam tawarkan syarat untuk gencatan senjata dengan Israel

Militan Palestina berjaga di depan rumah komandan lapangan Jihad Islam Baha Abu Al-Atta setelah dihantam rudal Israel dan menewaskan dirinya di Kota Gaza, Palestina, Selasa (12/11/2019). REUTERS/Mohammed Salem/AWW/djo

Gaza (ANTARA) - Kelompok Jihad Islam Palestina pada Rabu menawarkan syarat untuk gencatan senjata, yang ditengahi oleh Mesir, dengan Israel, mengatakan bahwa jika ini tidak terpenuhi maka serangan lintas perbatasan akan terus berlanjut entah sampai kapan.

Pertempuran meletus setelah Israel melancarkan serangan udara dengan target membunuh komandan lapangan senior Jihad Islam di Jalur Gaza pada Selasa. Dengan serangan susulan untuk membalas lonjakan tembakan roket Palestina, total 26 orang di Gaza, yang kebanyakan petempur, tewas.

Syarat yang diajukan oleh pemimpin Jihad Islam, Zeyad al-Nakhala, dalam wawancara dengan stasiun TV Al-Mayadeen di antaranya Israel berhenti menargetkan pembunuhan dan aksi balasan mematikan terhadap protes di perbatasan Gaza. Pihaknya juga meminta sejumlah langkah untuk melonggarkan blokade Israel di kantong wilayah Palestina.

Al-Nakhala mengaku dirinya berharap dapat mendengar respons Israel melalui Kairo dalam beberapa jam ke depan. Jika gencatan senjata tidak disepakati, katanya, "Brigade Al-Khalil (sayap bersenjata Jihad Islam) akan memegang kendali pertempuran, dan untuk waktu yang lama."

Sumber: Reuters
Baca juga: Anggota jihad Islam tewaskan dua orang Yahudi di Jerusalem Timur
Baca juga: Israel tembak mati tiga pejuang jihad Islam di Gaza
Baca juga: Pasukan Palestina Tangkap Pemimpin Jihad Islam
​​​​​​​

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar