Siklon Kalmaegi di Filipina timbulkan gelombang tinggi di Indonesia

Siklon Kalmaegi di Filipina timbulkan gelombang tinggi di Indonesia

Perahu nelayan menghadang gelombang tinggi saat akan pergi ke laut menggunakan kapal kecil, di Pantai Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat, Minggu (22/9/2019). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ama.

Jakarta (ANTARA) - Siklon tropis Kalmaegi yang terjadi di perairan Filipina menyebabkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia.

Informasi dari Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana yang diterima di Jakarta, Kamis, potensi gelombang setinggi 1,25-4 meter dapat terjadi hingga dua hari ke depan.

Di Laut Natuna Utara gelombang laut dapat mencapai 2,5 - 4 meter. Di Perairan utara Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, dan Perairan Kepulauan Talaud mencapai 1,25 - 2,5 meter.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari timur laut ke tenggara dengan kecepatan 3-25 knot sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari timur ke selatan dengan kecepatan 3-25 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, Laut Natuna Utara, perairan timur Lampung, dan Laut Jawa bagian barat. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Baca juga: BMKG imbau nelayan hindari aktivitas di perairan gelombang tinggi

Baca juga: Masyarakat diperingatkan waspadai gelombang tinggi di laut Arafura

Baca juga: BBMKG sampaikan peringatan gelombang tinggi Papua-Papua Barat


Menurut hasil pantauan BMKG, wilayah yang akan dilanda gelombang setinggi 1,25 meter hingga 2,50 meter atau ketinggian sedang yaitu perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu-Enggano, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Teluk Lampung bagian selatan, Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai.

Ketinggian gelombang yang sama juga berpotensi di perairan selatan Jawa hingga Sumba, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas-Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Selat Ombai, Laut Sawu, perairan selatan Kupang-Rotte, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT.

Kemudian, di perairan Kepulauan Anambas hingga Natuna, perairan timur Lampung, Laut Jawa bagian barat, Laut Bali, Selat Massa bagian selatan, perairan timur Bitung hingga Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, perairan Halmahera Barat bagian utara, perairan utara Pulau Morotai, Laut Halmahera, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat.

Untuk wilayah perairan yang dilanda gelombang setinggi empat meter atau kategori tinggi yaitu Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Selatan Banten dan laut Natuna Utara.*

Baca juga: Akibat cuaca tidak menentu, pendapatan nelayan Cilacap merosot

Baca juga: Gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia diwaspadai

Baca juga: Peringatan gelombang tinggi Laut Jawa dikeluarkan BMKG

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG peringatan dini gelombang tinggi

Komentar