KJRI ubah pelayanan paspor mudahkan WNI saat Hong Kong memanas

KJRI ubah pelayanan paspor mudahkan WNI saat Hong Kong memanas

Para WNI mengantre di depan loket Imigrasi KJRI Hong Kong untuk mengajukan permohonan paspor baru. Sebelumnya mereka telah membooking nomor antrean melalui aplikasi secara daring. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Beijing (ANTARA) - Konsulat Jenderal RI di Hong Kong mengubah sistem pelayanan paspor untuk memudahkan pelayanan bagi warga negara Indonesia(WNI)  di tengah situasi kota itu yang makin memanas.

Mengingat situasi saat ini, bagi WNI yang sudah melakukan booking paspor namun tidak bisa datang sesuai dengan tanggal booking, silakan datang ke KJRI Hong Kong saat situasi sudah memungkinkan tanpa harus melakukan booking ulang, demikian pengumuman KJRI Hong Kong yang juga disampaikan kepada Antara di Beijing, China, Kamis.

Namun pelayanan pada Minggu, tepatnya pada 17 dan 24 November 2019, ditiadakan karena ada penggantian perangkat dan pemutakhiran sistem keimigrasian.

KJRI Hong Kong biasanya tetap buka pada Minggu untuk memberikan pelayanan kepada para WNI yang sebagian besar merupakan pekerja migran yang mendapatkan libur kerja pada Minggu.

KJRI secara berkala mengimbau para WNI untuk tidak keluar rumah atau mendekati tempat-tempat yang menjadi konsentrasi unjuk rasa guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Buruh migran Indonesia aksi damai di KJRI Hong Kong

Baca juga: Imbauan KJRI untuk WNI terkait situasi Bandara Hong Kong

Baca juga: KJRI Hong Kong bantu pulangkan 47 perenang Indonesia


Jumlah WNI di Hong Kong saat ini diperkirakan mencapai 180.000 orang yang mayoritas adalah perempuan yang bekerja di sektor informal.

Dalam situasi normal, para WNI tersebut biasanya berkumpul di Victoria Park dan sekitarnya untuk mengisi hari libur akhir pekan. Namun, kawasan itu akhir-akhir ini sering dijadikan lokasi unjuk rasa untuk menentang pemerintah Hong Kong.

Sementara itu, pemerintah Hong Kong berencana menangguhkan kegiatan belajar dan mengajar mulai Jumat (15/11) hingga Minggu (17/11) karena adanya gangguan alat transportasi.

Unjuk rasa antipemerintah telah mengakibatkan beberapa wilayah di Hong Kong lumpuh selama empat hari, yakni sejak Senin (11/11) hingga Kamis (14/11).

Baca juga: 13 migran Indonesia yang tertahan di Hong Kong kembali ke Tanah Air

Baca juga: KJRI Hong Kong imbau WNI hindari pakaian hitam-putih

Baca juga: KJRI Hong Kong kembali imbau WNI terkait aksi lanjutan

 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah siap beri bantuan jurnalis Yuli korban deportasi di Hong Kong

Komentar