Menteri Edhy: Indonesia Pearl Festival optimalkan pembudidaya

Menteri Edhy: Indonesia Pearl Festival optimalkan pembudidaya

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah), Dirjen Penguatan Daya Saing KKP Agus Suherman (paling kiri), Ketua Umum Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Anthony Tanios (paling kanan), dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (14/11/2019). ANTARA/M Razi Rahman/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan bahwa penyelenggaraan Indonesian Pearl Festival ke-8 pada 21-24 November 2019 mendatang, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengoptimalkan pengembangan berbagai pembudidayaan sektor kelautan dan perikanan Nusantara.

"Festival Mutiara ini tidak kalah pentingnya dalam konteks pengembangan budidaya yang diperintahkan oleh Presiden untuk meningkatkannya," kata Menteri Edhy dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, mutiara merupakan salah satu sumber daya laut penghasil devisa yang cukup besar, serta telah terkenal ke berbagai penjuru dunia dan telah menjadi komoditas perdagangan primadona sejak zaman dahulu kala.

Apalagi, Menteri Kelautan dan Perikanan mengingatkan bahwa pada saat ini, Indonesia merupakan negara penghasil mutiara terbesar kelima di dunia.

Dengan penyelenggaraan Indonesian Pearl Festival, Edhy menyatakan harapannya agar semangat pembudidaya mutiara di berbagai daerah semakin tergerak untuk mengembangkan komoditas tersebut.


Baca juga: Asosiasi: ketergantungan budidaya mutiara perlu dikurangi

Menteri Edhy mengungkapkan, ada sekitar 32 stan yang diikuti oleh berbagai daerah penghasil mutiara seperti dari Sulawesi Utara yang merupakan salah satu produsen besar mutiara.

Sementara itu, Dirjen Penguatan Daya Saing KKP Agus Suherman mengemukakan, pihaknya bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan KKP dan Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia.

Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Anthony Tanios, menyatakan bahwa tujuan dari perhelatan Indonesian Pearl Festival antara lain adalah mempromosikan dan mengenalkan mutiara Indonesia kepada masyarakat.

Selain itu, ujar Anthony Tanios, tujuan lainnya dari pergelaran festival mutiara itu adalah membangun merek mutiara Indonesia yaitu "Indonesian South Sea Pearl" melalui fasilitas promosi dan pemasaran.

Kemudian, lanjutnya, memperluas jaringan bisnis dan pemasaran "Indonesian South Sea Pearl" baik business to business (antarpebisnis) maupun business to customer (pebisnis secara langsung ke pembeli).

Baca juga: Perairan Laut NTB Memungkinkan Untuk Budidaya Mutiara

Dengan adanya acara tersebut juga diharapkan adanya umpan balik untuk mengetahui tren keinginan konsumen yang bisa dilakukan untuk mengetahui arah pengembangan budidaya mutiara Indonesia ke depannya.

Sebagaimana diketahui, penyelenggaraan Indonesia Pearl Festival telah dimulai sejak 12-16 Oktober 2001, yang kala itu bertajuk "Menyingkap Tabir Pesona Mutiara Indonesia". Setelah itu penyelenggaraan berlangsung setiap tahun kecuali pada tahun 2018 lalu.

Penyelenggaraan ke-8 kali ini digelar di Atrium Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, pada hari Kamis (21/11) hingga Minggu (24/11) mendatang.

Dalam pameran tersebut selain menghadirkan koleksi mutiara terbaru, juga ada acara desain terbaru, talkshow atau bincang-bincang, kampanye laut bersih, hingga pertunjukan musik.


Baca juga: Harga bagus, transaksi pameran mutiara ditargetkan Rp20 M
Baca juga: Indonesian Pearl Festival ajari cara bedakan mutiara asli atau palsu

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Memberantas stunting dengan konsumsi ikan

Komentar