Isu oposisi Kamboja tidak dibahas di ASEAN

Isu oposisi Kamboja tidak dibahas di ASEAN

FILE PHOTO: Cambodian opposition leader Sam Rainsy delivers a speech to members of the Cambodia National Rescue Party (CNRP) at a hotel in metro Manila, Philippines June 29, 2016. REUTERS/Romeo Ranoco/File Photo (REUTERS/Romeo Ranoco)

Di ASEAN kami tidak pernah bahas isu ini. Dia (Sam Rainsy) datang sebagai individu ya sama seperti individu yang lain bagi kita (Indonesia) karena kan ada paspor dan visa
Jakarta (ANTARA) - Rencana kepulangan pemimpin Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) ke negaranya, tidak dibahas di dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Pendiri CNRP Sam Rainsy dan wakil ketua partai tersebut Mu Sochua, telah dilarang masuk ke Thailand dan sempat ditahan di Malaysia, dalam upaya mereka kembali ke Kamboja untuk apa yang disebut Mu Sochua sebagai “upaya untuk menyelamatkan demokrasi negara yang terancam”.

Pada Kamis, Mu Sochua menulis melalui akun Twitternya bahwa Sam Rainsy telah tiba di Jakarta dan akan bertemu dengan anggota DPR Indonesia.

Baca juga: Pemimpin oposisi Kamboja Sam Rainsy tiba di Jakarta pada Kamis

“Di ASEAN kami tidak pernah bahas isu ini. Dia (Sam Rainsy) datang sebagai individu ya sama seperti individu yang lain bagi kita (Indonesia) karena kan ada paspor dan visa,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Jose Tavares dalam ASEAN Diplomatic Gathering: Update from the Region di Jakarta, Kamis.

Menurut Jose, sejauh ini pemerintah Kamboja juga tidak menyampaikan permintaan pelarangan anggota partai oposisi itu di dalam forum-forum ASEAN.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dalam menyikapi isu ini, negara-negara ASEAN tetap mengacu pada prinsip non-intervensi, yakni tidak mencampuri urusan dalam negeri dan kedaulatan suatu negara.

Baca juga: Sikapi oposisi, Dubes Kamboja tegaskan perlindungan kedaulatan negara

Isu dalam negeri yang kemudian dapat diangkat ke forum ASEAN adalah isu yang memengaruhi stabilitas dan perdamaian di kawasan, diantaranya isu Rakhine State di Myanmar.

“Seperti Myanmar kan kita ikut bantu juga. Kita lihat isu mana yang bisa memengaruhi perdamaian dan stabilitas. Tetapi kalau ada orang berkunjung ke sini apa kaitannya dengan (prinsip) non-intervensi,” kata Jose.

Jose juga menegaskan bahwa Kamboja tidak bisa serta merta meminta negara anggota ASEAN untuk melakukan sesuatu, dalam hal ini melarang kunjungan pimpinan partai oposisi, tanpa dasar yang jelas.

Malaysia Airlines menyatakan pada Rabu (13/11) bahwa pihaknya telah melarang tokoh oposisi veteran Kamboja Sam Rainsy dari penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta atas instruksi pihak berwenang Indonesia.

Rainsy kemudian mengatakan di Twitter bahwa ia telah ketinggalan pesawat dan akan mencoba untuk mendapatkan penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta pada Kamis, demikian dilaporkan Reuters.

Rainsy, yang tinggal di pengasingan di Prancis, telah berada di Malaysia sejak akhir pekan setelah awalnya mengatakan ia berencana untuk pulang pada 9 November lalu untuk menggalang oposisi terhadap penguasa otoriter Kamboja Hun Sen.

Baca juga: Petinggi oposisi tegaskan Sam Rainsy akan pulang ke Kamboja

Baca juga: Pemimpin oposisi Kamboja katakan ia akan kembali pada Sabtu


Ditanya tentang pernyataan Malaysia Airlines, Juru Bicara Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia Sam Fernando, mengatakan bahwa "dari pihak imigrasi, belum ada permintaan untuk menolak masuknya di sini".

Rainsy mengatakan dia berencana untuk kembali ke Kamboja pada 9 November atau bertepatan dengan Hari Kemerdekaan, dalam apa yang ditandai oleh Perdana Menteri Hun Sen sebagai upaya kudeta terhadap kekuasaannya yang lebih dari tiga dekade.

Namun, Rainsy dicegah untuk terbang ke Bangkok, di mana ia berniat akan melanjutkan perjalanan darat menuju Kamboja. Ia kemudian terbang ke Malaysia untuk menggalang dukungan untuk oposisi Kamboja di wilayah tersebut.

Baca juga: Malaysia bebaskan tokoh oposisi Kamboja yang ditahan

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi bertemu Dewan Bisnis Amerika-ASEAN

Komentar