Seniman lukis pasir Oman kisahkan toleransi lewat karya

Seniman lukis pasir Oman kisahkan toleransi lewat karya

Seniman lukisan pasir asal Oman, Shayma Al Mughairy, menampilkan kisah toleransi pada pertunjukan dalam pameran bertajuk "Pesan Islami dari Oman" di Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Kamis (14/11/2019). (ANTARA/Suwanti)

"Misalnya ketika saya tampil melukis pasir di Amerika atau Eropa, awalnya saya merasa khawatir orang-orang di sana akan menghakimi penampilan saya namun tidak sama sekali, justru mereka terkesan dan menyukai seni yang saya suguhkan,"
Jakarta (ANTARA) - Seorang seniman lukisan pasir asal Oman bernama Shayma Al Mughairy mengisahkan toleransi melalui karya yang dia tampilkan secara langsung untuk membuka pameran seni bertajuk "Pesan Islami dari Oman" di Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Kamis.

Dalam penampilan seni melukis pasir berdurasi sekitar 15 menit itu, Shayma mengisahkan seorang karakter yang berbeda dengan orang-orang di lingkungan ia berada, khususnya secara ras, dan dengan kondisi tersebut ia dikucilkan.

"Dalam kesendiriannya, karakter itu memutuskan untuk membantu orang lain yang mengalami hal serupa, seperti dengan memberikan buku kepada anak kecil miskin juga mengajarinya tentang berbagai agama dan memberitahu bahwa kita semua sama. Itulah pesan utama dari kisah ini," kata Shayma kepada ANTARA.

Menurut Shayma, toleransi berarti "berada dalam kedamaian bersama siapa saja," dan hal itu dia alami pula dalam perjalanannya sebagai perempuan Muslim yang menjadi seniman dan menggelar pertunjukan di berbagai negara.
Pesan toleransi dalam karya lukisan pasir seniman asal Oman, Shayma Al Mughairy, pada pertunjukan dalam pameran bertajuk "Pesan Islami dari Oman" di Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Kamis (14/11/2019). (ANTARA/Suwanti)


"Misalnya ketika saya tampil melukis pasir di Amerika atau Eropa, awalnya saya merasa khawatir orang-orang di sana akan menghakimi penampilan saya namun tidak sama sekali, justru mereka terkesan dan menyukai seni yang saya suguhkan," ujar Shayma.

Perempuan 25 tahun itu menambahkan bahwa ketika orang-orang Amerika dan Eropa tersebut memahami pesan dari karya yang dia tampilkan dan mereka merasa senang, itulah poin utama dari seni lukisan pasir yang telah dia tekuni sejak sepuluh tahun lalu.

Shayma akan menggelar pertunjukan seni lukis pasir secara terjadwal pada pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 selama pameran "Pesan Islami dari Oman" berlangsung pada 14-18 November 2019.

Baca juga: Oman pamerkan kesenian bertema toleransi di Jakarta

Secara keseluruhan, pameran tersebut digelar oleh pemerintah Oman dalam rangka Hari Toleransi Internasional yang diperingati setiap tanggal 16 November, dan merupakan yang pertama kali di Indonesia setelah berjalan selama sepuluh tahun dengan lokasi lebih dari 130 kota di 37 negara.

"Pameran ini dihadirkan untuk menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, serta koeksistensi, yang sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan Islam saja, namun juga menyangkut kultural wilayah Arab," ujar Duta Besar Oman untuk Indonesia, Sayyid Nizar bin Al Julanda al-Said.

Baca juga: Hari Toleransi Internasional, Indonesia-Oman berbagi makna toleransi

 

Pewarta: Suwanti
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar