Erick: Sandiaga saja menilai positif soal Ahok

Erick: Sandiaga saja menilai positif soal Ahok

Menteri BUMN Erick Thohir (Agus Salim)

Figur-figur yang positif untuk membantu dibutuhkan
Jakarta (ANTARA) - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok dalam dua hari terakhir menjadi topik populer di media sosial, setelah dirinya akan ditunjuk menjadi direktur BUMN strategis.

Terkait kemungkinan Ahok menjadi petinggi salah satu BUMN meski berstatus mantan narapidana, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan sudah ada tim ahli yang meneliti mengenai hal tersebut.

"Sudah ada ahli-ahlinya, tanya ahlinya saja. Kalau kita kan korporasi, kita percaya 'good corporare governance' dan beliau punya kontribusi ya kan? Pak Sandiaga Uno saja sudah mengatakan hal yang positif (mengenai rencana pengangkatan Ahok)," kata Erick, di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Erick pun kembali mengatakan bahwa banyak BUMN yang membutuhkan figur mumpuni untuk memimpin.

"BUMN itu kan ada 142 perusahaan. Figur-figur yang positif untuk membantu BUMN dibutuhkan, kita jangan hanya fokus ke Pak Ahok, ada dua wakil menteri, nanti komut-komut (komisaris utama) yang lain nanti akan kita kenalkan," ungkap Erick.

Erick mengaku sebelumnya sudah menyerahkan nama-nama calon direksi untuk tiga BUMN yaitu Bank Mandiri, BTN dan Inalum ke rapat Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Sementara itu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus dapat lebih mengendalikan sikapnya jika nanti menempati posisi di BUMN.

"Saya melihat sosok Ahok kalau dia memang bisa berubah, dia bisa menjadi pembersih di BUMN. Yang harus diubah adalah tidak merasa paling benar dan tidak pilih kasih," ujar Said Didu.

Ia menilai dengan karakter Ahok yang cenderung tanpa kompromi, sebaiknya ditempatkan di BUMN dengan bobot penugasan pemerintahnya lebih tinggi dibanding korporasinya.

"Cocok di BUMN yang khusus mengurus penugasan pemerintah agar terlaksana dengan baik dan juga tidak merugikan BUMN," ucapnya.

Namun sayangnya, Said Didu enggan memberi saran BUMN mana yang cocok atau tepat untuk ditempati Ahok.


Baca juga: Soal Ahok Dirut PLN, Anggota Komisi VI percayakan ke Erick Tohir
Baca juga: Pakar: Ahok dinilai memenuhi kriteria untuk memimpin BUMN strategis
Baca juga: Said Didu: Ahok harus dapat kendalikan sikap jika di BUMN


Pewarta: Desca Lidya/Royke Sinaga
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kepala SKK Migas: Pertamina butuh sosok pemberani seperti Ahok

Komentar