Begini kondisi JPO area Senayan pascapelarangan GrabWheels di trotoar

Begini kondisi JPO area Senayan pascapelarangan GrabWheels di trotoar

Rambu pelarangan skuter listrik di JPO Senayan pascapelarangan oleh Dishub DKI, Kamis (14/11/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Pelarangan penggunaan skuter listrik baik pribadi maupun layanan jasa GrabWheels oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta, memberikan dampak yang signifikan terhadap tampilan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di daerah Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan ANTARA di dua JPO yang dekat dengan tempat penyewaan GrabWheels, yaitu JPO Gelora Bung Karno dan JPO Senayan saat ini sepi dibanding sebelum adanya pelarangan itu.

Baca juga: DKI Jakarta tutup shelter skuter listrik di luar jalur sepeda
Baca juga: Grabwheels tidak punya aturan keselamatan yang jelas
Garis hitam dan lubang akibat roda skuter listrik yang bergesekan dengan panel kayu di JPO Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

Masih ada garis hitam terlihat di sepanjang panel kayu kedua JPO tersebut. Selain itu kayu-kayu berlubang masih terlihat akibat tergesek terus-menerus oleh roda skuter listrik yang melaju kencang.

Selain itu, Dinas Bina Marga DKI menambahkan rambu pengguna skuter dilarang melintas, padahal Dinas Perhubungan DKI masih memperbolehkan skuter listrik melewati JPO asal dituntun oleh penggunanya saat melintas.

Rambu skuter dilarang melintas itu terlihat sedikit berbeda dari rambu-rambu sebelumnya yang sudah ada karena memiliki ukuran yang sedikit lebih besar.

Rambu itu hanya ditemui saat masyarakat akan memasuki area JPO dan tidak terpasang di area keluar JPO.

Baca juga: Layanan GrabWheels "menghilang" dari FX Sudirman
Baca juga: Demi keselamatan, YLKI desak Grab hentikan penyewaan skuter listrik
Baca juga: Keluarga pertanyakan polisi tidak menahan penabrak skuter listrik


Pascapelarangan skuter di area JPO dan trotoar, menurut petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di JPO Senayan, Sigit Ariyanto pengguna skuter listrik layanan GrabWheels berkurang di area itu.

“Sudah jarang yang lewat. Terus tidak ada lagi yang berani ke JPO semenjak ada larangan itu,” ujar Ariyanto saat ditemui di JPO Bunderan Senayan, Kamis.

Ariyanto juga mengatakan secara bertahap Dinas Bina Marga DKI mengganti panel kayu yang berlubang akibat pengendara skuter listrik yang lalai.

"Itu sebagian sudah diganti sama yang baru, jadi ga terlalu terlihat rusaknya sekarang," kata Ariyanto.

Sebelumnya, para pengguna Grabwheels diketahui kerap mengoperasikan otopet listriknya di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di dekat pusat perbelanjaan FX Sudirman.

Dalam akun instagram @binamargadki terlihat sejumlah kerusakan pada lantai JPO seperti bagian kayu yang copot hingga bekas garis hitam akibat ulah para pengguna otopet listrik yang bandel itu.

Para pengguna otopet listrik yang bandel itu juga terlihat menutupi jalur JPO bagi pejalan kaki untuk berfoto dan beristirahat.
Baca juga: Pengamat: Pengendara Camry seharusnya ditahan
Baca juga: Pengamat: Pengendara Camry bisa dijerat pasal berlapis
Baca juga: Polisi tidak menahan penabrak pengguna Grabwheels

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Grab tanggapi polemik keselamatan skuter listrik

Komentar