Jailolo kembali diguncang gempa bumi, kini magnitudo 6,1

Jailolo kembali diguncang gempa bumi, kini magnitudo 6,1

Gempa M 7,1 di perairan Maluku, Kamis (14/11/2019). ANTARA FOTO/HO/Dok. BMKG.

BMKG mencatat hingga pukul 01.53 WIB telah terjadi gempa susulan sebanyak 28 kali
Jakarta (ANTARA) - Gempa bumi kembali mengguncang Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada Jumat pagi sekitar pukul 04.12 WIB, kini berkekuatan magnitudo 6,1.

Sebelumnya pada pukul 03.54 WIB, Jailolo diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,3.

Laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan, gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Gempa susulan terjadi di Jailolo, Magnitudo 5,3

Lokasi gempa berada pada 1.66 Lintang Utara, 126.36 Bujur Timur (137 kilometer Barat Laut Jailolo-Maluku Utara) dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap gempa bumi susulan.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,4 guncang Bitung menyusul gempa Malut

"Yang diwaspadai sekarang ini adalah gempa-gempa susulan. Karena diperkirakan gempa-gempa susulan akan terus terjadi. Namun, masyarakat harus tetap tenang," kata Kepala Pusat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta, Jumat dini hari.

BMKG pun telah mencatat terjadi 28 kali gempa susulan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara pada Kamis (14/11) malam pukul 23.17 WIB.

"BMKG mencatat hingga pukul 01.53 WIB telah terjadi gempa susulan sebanyak 28 kali," tuturnya.

Baca juga: Halmahera Barat diguncang gempa Magnitudo 5,5

Menurut Dwikorita, kekuatan gempa tektonik itu bervariasi, yang terkecil magnitudo 3,2 dan magnitudo terbesar adalah 5,9.

Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan monitoring gempa-gempa susulan yang akan terjadi.

Baca juga: BMKG catat 28 gempa susulan pascagempa Magnitudo 7,1 di Malut

Baca juga: BMKG: Tsunami terdeteksi di Ternate dan Bitung

Baca juga: BMKG menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suasana di Ternate Selatan pascagempa magnitudo 7,1

Komentar