Yuk hadir di Pergelaran Pecinan Batavia 2019

Yuk hadir di Pergelaran Pecinan Batavia 2019

Dua orang pengunjung mengendarai sepeda di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (9/2/2019). Belum ada peraturan arah laju sepeda di kawasan ini, sehingga resiko tabrakan antar pengendara cenderung tinggi. ANTARA/Aria Cindyara (ANTARA FOTO/Aria Cindyara)

Pergelaran Pecinan Batavia 2019 untuk menyaksikan keberagaman yang harmonis
Jakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menyelenggarakan Pergelaran Pecinan Batavia 2019 untuk menampilkan keunikan seni dan Budaya Tionghoa berkolaborasi dengan Budaya Betawi pada Sabtu (16/11) di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua.

"Pergelaran Pecinan Batavia 2019 untuk menyaksikan keberagaman yang harmonis serta kolaborasi antara Budaya Tionghoa dan Betawi," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbud DKI Jakarta, Alberto Ali, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Pergelaran seni ini tidak lepas dari sejarah kuat keberadaan etnis Tionghoa di Tanah Batavia atau Jakarta.

Baca juga: Kota Tua Jakarta jadi objek wisata edukatif

Alberto mengatakan Jakarta dikenal sebagai 'melting pot' atau tempat meleburnya berbagai budaya seperti Tionghoa, Arab, India, Portugis, Melayu, Jawa dan lainnya.

Kedatangan para pendatang di Batavia meninggalkan jejak dalam peta budaya Jakarta.

"Pergelaran Pecinan Batavia 2019 dipersembahkan untuk masyarakat memperkaya pengetahuan, wawasan seni dan Budaya Tionghoa," kata Alberto.

Baca juga: Pemkot Jakarta Pusat tawarkan wisata "Walking Tour"

Dalam kegiatan ini Disparbud DKI Jakarta menggandeng sejumlah seniman dan komunitas Tionghoa maupun Betawi yang akan menampilkan pertunjukan seni dan budaya kaya akan keberagaman.

Nantinya Pergelaran Pecinan Batavia 2019 akan menampilkan drama kolosal yang bercerita tentang etnis Tionghoa dalam kehidupan sehari-hari di Batavia yang dibesut oleh sutradara seniman Betawi Atien Kisam.

"Melalui pergelaran ini, kita dapat melihat bahwa orang-orang dahulu berjuang untuk satu tujuan yaitu Indonesia," kata Atien.

Baca juga: Masjid Apung Ancol dibangun untuk wisata kultural warga Jakarta

Pengunjung juga akan disuguhkan dengan arsitektur bergaya Tionghoa melalui pementasan drama serta keindahan bangunan tua, pasar toko-toko atau kedai-kedai di Pecinan.

Pergelaran Pecinan Batavia 2019 juga didukung oleh penyanyi Rani Pancarani yang kerap tampil membawakan lagu-lagu Mandarin.

Selain untuk melestarikan kebudayaan Tionghoa di Batavia, tujuan dari Pergelaran Pecinan Batavia 2019 adalah untuk meningkatkan potensi destinasi pariwisata di Jakarta.

Baca juga: Kampung Akuarium diarahkan jadi kawasan wisata budaya sejarah

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengenal ragam biota laut di Jakarta Aquarium

Komentar