PM Macedonia Utara mengaku kecewa dengan Uni Eropa

PM Macedonia Utara mengaku kecewa dengan Uni Eropa

Polisi Macedonia mengawal wartawan yang menyeberangi perbatasan secara ilegal dari Yunani, ke sebuah kendaraan di desa Moini, Macedonia, Senin (14/3/16). (REUTERS/Ognen Teofilovski/cfo/)

Thessaloniki (ANTARA) - Macedonia Utara merasa kecewa atas kegagalan Uni Eropa untuk membuka pembicaraan aksesi, kata Perdana Menteri Zoran Zaev pada Kamis, namun negara itu masih berkomitmen untuk bergabung dengan blok tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin sekelompok kecil para pemimpin Eropa, yang memblokir pembicaraan dengan Albania dan Macedonia Utara pada Oktober kendati kekhawatiran atas pengaruh China dan Rusia meningkat di Balkan.

Baca juga: Macedonia Siap Kompromi dengan Yunani

"Kami kecewa," kata Zaev kepada wartawan seusai pertemuan dengan mitranya dari Yunani, Kyriakos Mitsotakis, di sela-sela satu konferensi tingkat tinggi di Kota Thessaloniki, Yunani.

Zaev mengatakan ia mendapat "dorongan besar" dari Mitsotakis untuk mewujudkan tujuan negara tersebut.

"Tidak ada alternatif bagi kami," kata Zaev, mengacu pada aspirasi Uni Eropa.

Setelah Skopje sepakat menyudahi sengketa dengan Yunani atas nama negara tersebut - mengubahnya ke Macedonia Utara dari Macedonia - bekas republik Yugoslavia itu berhadap diberikan tanggal untuk memulai pembicaraan dengan Uni Eropa.

Baca juga: Prancis dan Jerman berbeda pendapat soal Yunani

Macron mengatakan tawaran keanggotaan Albania dan Macedonia Utara tidak bisa maju sampai Uni Eropa mengubah cara dan ketika para kandidat dievaluasi untuk memenuhi target aksesi yang berkisar mulai dari kebijakan ekonomi hingga HAM serta aturan Undang-undang.

Komisi Eropa mengatakan pemblokiran aksesi mereka merusak kredibilitas blok tersebut.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diskriminasi sawit Indonesia, Airlangga ingatkan Eropa soal Airbus

Komentar