BPBD buka posko pasca-gempa Malut

BPBD buka posko pasca-gempa Malut

Ratusan warga Pulau Batang Dua memilih mengungsi ke daerah ketinggian, karena khawatir terjadinya tsunami, akibat gempa berkekuatan 7,1 magnitudo pada Jumat (15/11) dini hari (Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara (Malut) membuka posko pasca-gempa terjadi di Pulau Batang Dua Ternate dan Halmahera Barat guna mengindentifikasi berbagai kerusakan dan kerugian akibat gempa tersebut.

"Kami membuka posko di Ternate ini agar memudahkan melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD kabupaten/kota seta sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi berbagai daerah di Malut," kata Kepala BPBD Provinsi Malut, Karim Buamona di Ternate, Jumat.

Menurut dia, BPBD membuka posko sementara di Hasan Esa Takoma Ternate ini agar memudahkan seluruh informasi terkait dengan perkembangan pasca-gempa bumi bermagnitude 7,1 di Malut.

Baca juga: Pascagempa 7,1 magnitudo warga Maluku Utara diimbau tetap tenang
Baca juga: BMKG catat 74 aktivitas gempa susulan pascagempa M 7,1 di Malut


Sedangkan, untuk data terakhir yang berhasil diperoleh yakni korban luka 2 orang yakni Delvi Peo, warga Mayau Pulau Batang Dua dan Mesin Bunga warga kelurahan Lelewi Batang Dua kota Ternate.

Untuk rumah rusak sedang 5 unit, rumah rusak ringan 11 unit, gereja rusak ringan 3 unit dan Bank BPRS rusak ringan 1 unit.

Berdasarkan laporan langsung yang diterima di lapangan melalui hasil tim relawan Bencana GPM Jemaat Gereja Efata Mayau menyebutkan, rumah yang rusak di antaranya Topianus Salu (Mayau), Balandina Honga (Mayau), Nias Bale (Lelewi), Gath Bunga (Lelewi), Erna Nyanyi (Bido).
 
Suasana di Pulau Batang Dua sebelum gempa gempa berkekuatan 7,1 magnitudo pada Jumat (15/11) dini hari (Abdul Fatah)

Kerusakan retak Starky Nora ( Mayau), Gereja GPDI Eklesia lelewi bagian palafon dan Gereja GKPMI vila Bido bagian plafon dan jumlah rumah retak yakni milik Arloni Namoua, Hopni Makaandung, Robinson Arnyanyi, Alexander Salu danAswin Salu.

Kelurahan Bido rumah milik Demianus Tuanger dan Alpius Pagama, Kelurahan Lelewi rumah milik keluarga Yermias Rajalahu.

Baca juga: BMKG catat 28 gempa susulan pascagempa Magnitudo 7,1 di Malut
Baca juga: BMKG catat 17 gempa susulan pascagempa Magnitudo 7,1 di Malut


Di tempat terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD kota Ternate Mansur P. Mahli melalui siaran pers menyebutkan, sesuai data yang diperolah satu unit sekolah SMA mengalami retak.

Begitu pula di Kelurahan Mayau terdapat 5 rumah yang retak yakni milik Arloni Namoua, Hopni Makaandung, Robinson Arnyanyi, Alexander Salu, Aswin Salu. Sementara untuk desa Bido terdapat dua rumah yakni milik Demianus Tuanger, dan Alpius Pagama. Sedangkan desa Lelewi rumah milik Yermias Rajalahu. Adapun satu gereja baru milik GPM Elfata Mayau.

Baca juga: BMKG catat sembilan kali gempa susulan
Baca juga: Warga Tobelo panik terdampak gempa di Malut

 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sepanjang 2019, sebanyak 1659 gempa melanda Maluku Utara

Komentar