Diparbud Jakarta optimistis target 3 juta wisman tahun 2019 tercapai

Diparbud Jakarta optimistis target 3 juta wisman tahun 2019 tercapai

Pantai Perawan Pulau Pari. Turis domestik berwisata di Pantai Perawan, Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (19/11/2017). Pulau Pari menjadi salah satu dari sekian banyak tujuan wisata bahari di Kepulauan Seribu. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Jakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) DKI Jakarta optimistis target tiga juta wisatawan mancanegara atau wisman di tahun 2019 bisa tercapai dalam waktu yang tersisa sebulan lagi.

"Tahun 2019 ini target kita tiga jutaan, data terakhir sudah tercapai 2,8 juta untuk wisatawan mancanegara, Inshaa Allah sampai akhir tahun tercapai," kata Sekretaris Diparbud DKI Jakarta Asiantoro ​​​​​saat
dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Asiantoro mengatakan, sampai akhir tahun ini Disparbud DKI Jakarta akan menyelenggarakan berbagai acara seperti festival yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara datang ke ibu kota.

Berbagai acara atau festival akan dihelat seperti Pergelaran Pecinan Batavia 2019 di Kota Tua yang menyasar wisatawan Asia datang ke Jakarta.

"Minggu besok (17/11) akan ada 'Cosplay Parade 2019' di Monas, ini termasuk daya tarik juga," katanya.

Baca juga: Disparbud DKI target 2,9 juta wisatawan mancanegara
Baca juga: Pemprov DKI diharapkan mampu tarik wisatawan


"Cosplay Parade 2019" ini juga didatangi enam "cosplayer" kenamaan dari Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, Filiphina dan Vietnam.

Menurut Asiantoro, jumlah wisatawan yang datang ke Jakarta lebih didominasi wisatawan Asia seperti China dan Jepang.

Dalam rangka mempertahankan minat wisatawan mancanegara datang ke Jakarta, salah satu festival yang digelar, yakni "Pergelaran Pecinan Batavia 2019" di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua pada Sabtu (16/11).

Pergelaran ini akan menampilkan drama kolosal tentang sejarah pecinan yang ada di Jakarta serta atraksi seni budaya serta kuliner dari etnis Tionghoa dan Betawi.

Asiantoro mengatakan, Jakarta masih menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk datang, walau jumlahnya tidak sebanyak Bali.

Berbagai peristiwa yang terjadi di Jakarta setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 hingga menjelang pelantikan presiden tidak menurunkan jumlah wisatawan mancanegara datang ke ibu kota.

"Tidak ada pengaruh siginifikan," kata Asiantoro.

Promosi yang dilakukan, pihaknya untuk mendatangkan wisatawan mancanegara hanya mengandalkan media yang ada seperti situs jakarta.go.id dan juga sosial media.

"Kita tidak ada promosi langsung, hanya melalui media yang kita punya, ada jakarta.go.id itu saja," kata Asiantoro.
 

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiru Jakarta, Pemkot Bandung buru penunggak pajak

Komentar