Kemendikbud luncurkan sistem penerimaan mahasiswa baru PTN

Kemendikbud luncurkan sistem penerimaan mahasiswa baru PTN

Ilustrasi. Upacara penerimaan mahasiswa baru di Lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Yogyakarta. ANTARA/Dokumen

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2020.

Peluncuran dilakukan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Prof. Dr. Ismunandar yang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Dr. Ravik Karsidi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Penerimaan Mahasiswa Baru PTN Tahun 2020 dilaksanakan melalui tiga jalur di antaranya adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan kuota minimum 20 persen dari daya tampung PTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan kuota minimum 40 persen dan Seleksi Mandiri dengan maksimum 30 persen.

Beberapa hal yang terkait dengan SNMPTN 2020 di antaranya adalah tentang pemeringakatan siswa pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang dilakukan oleh sekolah.
Baca juga: Seleksi masuk perguruan tinggi negeri kini ditangani LTMPT

Kemudian jumlah siswa yang masuk dalam pemeringkatan sesuai dengan ketentuan kuota akreditasi sekolah, yaitu sekolah dengan nilai akteditasi A sebanyak 40 persen, akreditasi B 25 persen dan sekolah dengan akreditasi C serta lainnya adalah lima persen yang merupakan siswa terbaik di sekolahnya.

Kemudian untuk UTBK 2020 waktu pelaksanaannya berlangsung selama satu minggu dengan 14 sesi (dua sesi setiap hari) dan dilaksanakan di 74 Pusat UTBK PTN.

Peserta UTBK hanya diperbolehkan mengikuti satu kali tes sesuai dengan kelompok tes yang diikutinya (Saintek, Soshum dan Campuran). Hasil UTBK 2020 hanya berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2020 dan hasilnya akan diberikan kepada peserta secara individu.

Hasil UTBK 2020 juga dapat digunakan oleh PTN dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru Jalur Seleksi Mandiri 2020.

Kemudian, ia mengatakan beberapa hal yang perly diketahui oleh calon peserta SNMPTN, UTBK dan SBMPTN 2020 adalah tentang penerapan kebijakan Single Sign On (SSO) yang merupakan tahap awal dari LTMPT dengan melakukan registrasi akun melalui laman https://portal.ltmpt.ac.id.

Kerangka waktu untuk registrasi akun LTMPT dibagi menjadi dua, yaitu untuk PDSS dan SNMPTN dilaksanakan pada 2 Desember sampai 7 Januari 2020 dan registrasi akun LTMPT untuk UTBK dan SBMPTN dilaksanakan pada 7 Februari sampai 5 April 2020.
Baca juga: ITB buka 3 jalur penerimaan mahasiswa baru

Ia meminta kepada siswa, sekolah dan masyarakat untuk memperhatikan dengan cermat dan teliti kerangka waktu pelaksanaan SNMPTN, UTBK dan SBMPTN 2020.

Adapun kerangka waktu untuk SNMPTN yaitu Registrasi Akun LTMPT pada 2 Desember 2019 sampai 7 Januari 2020, pengisian PDSS dan pemeringkatan siswa oleh sekolah pada 13 Januari - 6 Februari 2020, pendaftaran SNMPTN pada 11-25 Februari 2020 dan pengumuman SNMPTN pada 4 April 2020.

Sementara itu, kerangka waktu UTBK 2020 yaitu registrasi akun LTMPT pada 7 Februari sampai 5 April 2020, pendaftaran UTBK pada 5 Maret - 11 April 2020, pelaksanaan UTBK 20-26 April 2020 dan pengumuman hasil UTBK pada 12 Mei 2020.

Adapun kerangka waktu untuk SBMPTN 2020 adalah pendaftaran pada 2-13 Juni 2020 dan Pengumuman Hasil pada 30 Juni 2020.
Baca juga: Menristekdikti sebut pendataan akun medsos calon mahasiswa hal biasa

Pewarta: Katriana
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tingkatkan mutu guru, Kemendikbud tampung aspirasi IKA UPI

Komentar