Pengusaha Malaysia survei pasar di Singkawang

Pengusaha Malaysia survei pasar di Singkawang

Ilustrasi. Pemerintah Kota Singkawang bersama Pemerintah Kabupaten Sambas yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal RI Kuching pada pertemuan resmi dengan Kementerian Perdagangan International Kuching ANTARA/Rudi

Yang jelas kita sambut baik sajalah untuk mempertemukan para pebisnis ini
Pontianak (ANTARA) - Sejumlah pengusaha asal Kuching-Malaysia melakukan survei pasar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, untuk mencari peluang kerja sama dengan pelaku usaha asal Singkawang, Sambas dan Bengkayang.

"Tamu-tamu yang dari Kuching adalah merupakan pelaku usaha sehingga kerja sama yang dibangun nanti bukan hanya bersifat antarpemerintah saja, tapi juga akan berkembang pada antarpengusaha yang meliputi Kuching, Singkawang, Sambas dan Bengkayang," kata Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Sumastro di Singkawang, Sabtu.

Baca juga: Pemda Singkawang-Sambas perkuat komitmen perdagangan dengan Malaysia

Para tamu dari Kuching yang datang, katanya, adalah lebih kepada Sendirian Berhad (Sdn Bhd) atau Company. Sehingga, dalam pertemuan yang berlangsung, Pemkot Singkawang menunjukkan peluang-peluang yang bisa diajak bergabung atau dikerjasamakan.

"Misalnya bahan-bahan bumbu masak, ternak ayam, kambing, ikan serta produk olahan pertanian yang ada di Kota Singkawang," ujarnya.

Sehingga, bisa dilihat nanti kelanjutannya seperti apa, kira-kira apa yang mau dikerjasamakan.

"Yang jelas kita sambut baik sajalah untuk mempertemukan para pebisnis ini," ungkapnya.

Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin mengatakan, pertemuan yang dilakukan adalah merupakan tindak lanjut dari pertemuan Pemkot Singkawang dan Pemkab Sambas ke Pemerintah Kuching beberapa waktu lalu.

"Pada hari ini yang datang bukan lagi pada tataran Kuching Sarawak, tetapi perusahaan yang sudah dalam level Malaysia sampai Semenanjung," katanya.

Sehingga, bisa dilihat dari jenis usaha yang mau dikerjasamakan pada hari ini memang banyak pada Pemerintah Kota Singkawang.

"Karena yang dibahas banyak menyangkut masalah kebun, pertanian dan kuliner. Dan kita maklumi bahwa kita banyak sumber daya manusia (SDM) begitu juga dengan lahan kita banyak. Dari sisi pekerja atau petani, kita juga banyak. Terkait dengan kerjasama yang akan dibangun hanya tinggal keinginan dari perusahaan yang datang pada hari ini," ujarnya.

Artinya, dari sisi mana yang mau mereka kerjasamakan. Tetapi satu hal yang menurutnya sangat bagus dan mudah-mudahan ini bisa terealisasi, yang mana sesuai keinginan dari mereka (Pemerintah Kuching), Pemkot Singkawang menyiapkan lahan dan membina petani dan pekerjanya.

"Kemudian terkait dengan masalah pendanaan begitu juga dengan standar-standar untuk membuat produk olahan atau mengolah jenis pertanian sesuai standar mereka," ungkapnya.

Sementara bahan dan sebagainya mereka yang akan mengatur dan mengendalikan serta menerima hasil produksinya.

"Harapan kita, beberapa produk pertanian seperti jagung, kedelai, keladi, lemon dan alpukat bisa dikerjasamakan dengan mereka agar bisa dibawa ke Negeri Jiran," jelasnya.

Tetapi yang akan menjadi tanggungjawab besar bagi Pemkot Singkawang adalah menyiapkan petani dengan lahan, dalam kerangka menunggu lahan tersebut akan ditanami dengan apa dengan tujuan untuk di kontrakan dengan Pemerintah Kuching.

"Harapan kita, dari pertemuan yang keduakalinya ini akan menghasilkan kerjasama yang baik khususnya Pemerintah Kota Singkawang dengan Kuching," katanya.

Baca juga: 40 investor lirik kerja sama pembangunan Bandara Singkawang
Baca juga: Pemerintah cari alternatif pendanaan melalui KPBU

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar