Teten usulkan "one gate policy" untuk majukan UMKM di Indonesia

Teten usulkan "one gate policy" untuk majukan UMKM di Indonesia

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Yogyakarta, Sabtu (16/11/2019). ANTARA/Hanni Sofia.

Presiden sudah meminta agar ini dikonsolidasikan di Kementerian Koperasi dan UKM
Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengusulkan konsep “one gate policy” dengan mengonsolidasikan seluruh program pemberdayaan UMKM dalam satu wadah agar semakin terkoordinasi dengan baik sehingga mudah untuk mendorongnya makin maju.

“Saya usulkan ‘one gate policy’ untuk UMKM dan juga ‘one gate’ pembiayaan,” kata Teten Masduki dalam acara Tanwir II ‘Aisyiyah Periode 2015-2020 bertema Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkemajuan yang dihadiri perwakilan anggota ‘Aisyiyah seluruh Indonesia di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Sabtu.

Ia mengatakan saat ini program pemberdayaan UMKM tersebar, setidaknya di 18 kementerian/lembaga. Padahal jumlah itu belum termasuk program serupa di BUMN maupun perusahaan swasta.

“Sekarang ada 18 kementerian/lembaga yang juga punya program pemberdayaan dan pembiayaan untuk UMKM, jadi masih menyebar,” katanya.

Baca juga: Teten Masduki tekankan pentingnya UMKM lakukan "market intelligence"

Untuk itu, ia mengusulkan konsep “one gate policy" baik untuk program pemberdayaan maupun skema pembiayaan bagi UMKM.

“Presiden sudah meminta agar ini dikonsolidasikan di Kementerian Koperasi dan UKM, jadi nanti kami yang akan mengkoordinasikan. Semua dikonsolidasi termasuk pembiayaan,” katanya.

Teten menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM secara fokus oleh satu lembaga agar semakin mudah dalam mengoordinasikan dan mengimplementasikan suatu kebijakan atau program.

Baca juga: Teten kelompokkan UMKM dalam koperasi permudah penyaluran KUR

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menuju perubahan konsep bisnis mal Sarinah

Komentar