Anggota DPR mendukung program strategis bantuan stimulan rumah

Anggota DPR mendukung program strategis bantuan stimulan rumah

Anggota DPR RI Dapil Depok-Bekasi, Intan Fauzi (kanan) ketika memasang papan peneng BSPS di Bojongsari Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu. (ANTARA/Foto: istimewa)

"Alhamdulillah, 49 unit rumah telah selesai dibangun di Kelurahan Bojongsari ini dari 185 rumah se-Kecamatan Bojongsari. Semoga program ini mendatangkan kebaikan bagi kita semua," kata politisi PAN tersebut.
Depok (ANTARA) - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Depok-Bekasi, Intan Fauzi mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan masyarakat mewujudkan rumah layak huni.

"Pogram BSPS ini bersifat sebagai stimulan atau pengungkit masyarakat. Sumber utama pendaan tetap ada pada pemilik rumah. Oleh karena itu, kegiatan ini membutuhkan dukungan keswadayaan dari penerima bantuan," kata Intan, usai melakukan pemasangan secara simbolik papan peneng BSPS, di Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu.
Baca juga: REI sebut telah bangun 300.000 unit rumah bersubsidi di Indonesia

Intan mengatakan bantuan BSPS ini berupa stimulan (pancingan) agar masyarakat mau memperbaiki rumahnya dan meningkatkan kualitas rumah hunian serta mendorong masyarakat untuk mau berswadaya dalam menyelesaikan rumahnya sendiri.

Keswadayaan dapat berbentuk tabungan uang, bahan bangunan maupun dalam bentuk tenaga kerja dan gotong royong dengan lingkungan sekitar.

"Alhamdulillah, 49 unit rumah telah selesai dibangun di Kelurahan Bojongsari ini dari 185 rumah se-Kecamatan Bojongsari. Semoga program ini mendatangkan kebaikan bagi kita semua," kata politisi PAN tersebut.

Penyelenggaraan BSPS untuk Kota Bekasi dan Kota Depok pada tahun 2019 sebanyak 1.500. Sebanyak 751 unit untuk Kota Depok dan 749 unit lainnya untuk Kota Bekasi.
Intan kembali menegaskan bahwa program BSPS ini tidak dipungut biaya.

Program ini BSPS ini ditujukan kepada masyarakat yang yang kurang mampu, untuk mendorong mereka agar bisa memiliki rumah layak huni dan mendapat lingkungan hidup yang sehat sebagaimana amanat dari ketentuan pasal 28 H UUD 1945.

"Jadi, program BSPS ini gratis, tidak ada biaya. Sumber dananya ya dari uang pajak yang bapak ibu setor ke APBN," ujarnya.
Baca juga: 11.789 pengembang terdaftar di sistem registrasi Kementerian PUPR

Besaran bantuan stimulan rumah swadaya untuk kegiatan peningkatan kualitas adalah Rp17.500.000 yang terdiri dari Rp15.000.000 untuk bahan bangunan dan Rp2.500.000 untuk upah tukang.

"Pembangunan seluruh rumah penerima program BSPS untuk TA 2119 ini hampir rampung akhir tahun ini," ujarnya pula.

Lurah Bojongsari Undang Hidayat mengatakan program BSPS ini sangat membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kelurahan Bojongsari ini.

Harapannya, tidak ada lagi warga Bojongsari tinggal di rumah yang tidak layak huni. Karenanya, Undang berharap pada Tahun Anggaran 2020, jumlah penerimaan manfaat dari program ini meningkat.

“Jika Tahun Anggaran 2019 ini, ada 49 unit rumah, kita harapkan di Tahun Anggaran 2020, jumlahnya meningkat,” katanya lagi.

Salah seorang warga penerima bantuan BSPS di Bojongsari Taufik Hidayat menyampaikan terima kasih kepada anggota DPR RI Hj Intan Fauzi SH LLM yang telah memperjuangkan aspirasi warga Bojongsari kepda pemerintah melalui program BSPS ini.

"Alhamdulillah, rumah kita yang tadinya tidak layak huni, berkat aspirasi kita diperjuangkan ibu Hj Intan kepada pemerintah, sekarang menjadi layak huni," ujarnya lagi.
Baca juga: Program rumah bersubsidi di Jember lampaui target

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bantuan perumahan yang menumbuhkan kegotongroyongan

Komentar